Rabu, 05 November 2008

Blogwalking


Akhir-akhir ini gue lagi seneng banget blogwalking. Mengunjungi blog-blog orang yang sebenernya kebanyakan nggak gue kenal.Ternyata isi blog mereka seru-seru. Mulai dari yang segar, bikin melek mata, konyol, kocak, sampe yang isinya banyakan resep-resep masakan doang. Yang terakhir suka bikin gue ngiler.

Kalo blognya menarik hati gue, setidaknya menyentil di hati, biasanya gue sapa si shout box nya, kalo menarik banget malah gue link di blogroll gue. Nggak peduli entar di link balik atau nggak. Sekedar seru-seruan, namabah temen. Ternyata banyak bener di dunia ini yang hobi nulis yah, paling nggak numpahin unek-uneknya lewat tulisan.

Dulu waktu pertama kali gue bikin blog, tujuan gue cuman satu. Menulis. Gue nggak peduli kalo blog gue akhirnya nggak pernah ada yang visiting, nggak ada yang ngasih komen atau nyapa di shout box. Lagian temen-temen gue, baik temen kuliah dulu, temen gaul, sampe temen kerja jarang ngasih komen. Baca sih sering, tapi komennya langsung nggak pake ditulis. Langsung ngomel ke gue waktu kehidupannya gue umbar. Tapi ada juga yang request pengen hidupnya diumbar di blog gue. Igh, situ artis?!

Gue nggak peduli sama “sepi” nya blog gue, karena kembali ke tujuan awal cuman ingin nulis. Blog jadi wadah gue untuk mengekspresikan apa yang ada di hati gue. Perasaan gue, hari-hari gue, pengalaman gue, pokoknya tentang hidup. Kan nggak mungkin juga gue nulisnya masih di diary, hari gini masih diary. Please deh, secara udah ada teknologi.

Tapi ternyata sekarang ketika blog gue mulai rame dikunjungi dengan hadirnya komen-komen tertulis, rasanya jadi lebih asyik. Tiap pagi waktu datang ke kantor yang pertama di cek pasti blog (selain karena friendsternya di blok orang IT), ada yang ngasih komen nggak yah? Ada yang ngisi shout box nggak yah? Ada tulisan baru dari temen-temen blogroll gue nggak? Pokoknya tiap pagi kerja gue diawali dengan blogwalking. Seru!!!! Im so sorry boss!

Blogwalking juga bikin gue seringnya malu sama kualitas dari blog-blog orang lain. Isinya berbobot, lebih bernilai, mengajarkan sesuatu akan hidup, cinta, menjadi dewasa. Sementara kalau menengok blog gue sendiri, kok banyakan isinya cuman caci maki yah? Kesedihan tidak terperi, kerisauan, gundah gulana, cinta yang gitu-gitu aja, pengharapan, dan tema-tema biasa lainnya. Malu sebenernya kalo dibaca orang, tapi itu tadi, gue nulis ketika gue pengen nulis. That’s it.

Kalau menulis sesuatu yang berbobot, siapa sih yang nggak pengen? Gue juga tentunya pengen. Makanya ini sedang dalam tahap belajar. Berharap semoga dengan banyak menulis postingan kemampuan gue buat bertutur, bercerita, berbagi sesuatu menjadi lebih berbobot. Dengan banyak membaca postingan temen-teman juga akan banyak mengajarkan bagaimana suatu cerita itu dapat dikemas sedemikian menarik sehingga tidak membosankan dan berkesan lebih berisi. Suatu hari nanti gue juga pasti bisa, tinggal banyak latihan.

Makanya, ayo Yuda keep on writing! Menulislah dan menulis, pasti lo akan menemukan ciri khas dalam cara bertutur yang lo banget tapi lebih berkualitas dan bermakna. Kalaupun nggak banyak orang yang baca, pasti akan ada manfaatnya. Setidaknya buat lo sendiri (Written when Yuda talking with himself in the middle of the cloudy night)

Tidak ada komentar: