Selasa, 05 Agustus 2014

Email Tengah Malam

Semalam, ketika waktu sudah condong ke arah pagi. Notifikasi email di handphone saya berbunyi. Entah kenapa saya seperti tergerak untuk bangun dan membaca. Biasanya saya selalu menunda hingga pagi. Tidak ada sesuatu yang penting yang biasanya berkabar melalui email, pikir saya. Tapi malam tadi beda. Saya seperti tidak ingin menunda. Saya membaca isinya dengan sedikit terbata kemudian ditutup dengan rasa bahagia. Patjar saya mengirimi saya email. Begini isinya :

Saya belajar dengan cara yang pahit dan keras bahwa tidak ada cinta yang sempurna.. Tetapi cinta yang melengkapi dan membuat kita menjadi lengkap..

Tidak lagi bertanya atau mempertanyakan cinta yang sempurna,tidak lagi mengejar cinta harus menjadi sempurna...tetapi saat ini belajar menjadi lengkap...

Menjadi lengkap berarti belajar memahami bahwa kekurangan dan keterbatasan itu diterima dan dijadikan teman dalam menapaki hidup..bukan musuh apalagi momok yang harus ditakuti..

Belajar bahwa ketidakpuasan dan kekecewaan itu adalah sahabat yang mengingatkan bahwa kita masih manusia yang bisa merasa duka dan sedih.. Bukan musuh..

Terima kasih kamu.. Tidak terasa ya satu setengah tahun kita belajar saling melengkapi..belajar saling tidak puas, belajar saling menerima kekecawaan,keterbatasan,sedih,amarah dan masih banyak lagi,,,

Seperti yang sudah pernah kuberitahu..aku belajar kata "dicintai" "dimiliki" bukan sekedar menyayangi dan memiliki..belajar berubah dari "harus" "bisa" "musti" menjadi sebuah kepasrahan yang menyenangkan bukan kepasrahan yang meninggalkan duka..

Kamu dengan cara mu mengajarkan aku banyak hal..mengajarkan menjadi diri sendiri dan apa adanya itu bukanlah sesuatu yang mengerikan..

Terima kasih patjar... Untuk pembelajaran menjadi lengkap..

Aku berusaha belajar menjadi lengkap..Berjalanlah bersamaku sampai kita berdua bisa berkata kita sudah lengkap.. XoXo


Setelah membacanya saya tertidur lagi dengan sangat pulas. Dengan hati yang dilimpahi sejuta rasa syukur karena cinta yang sudah dia berikan, dan cinta yang sudah Tuhan siapkan perantaraan dirinya. Orang yang saya sayang.