Selasa, 29 April 2008

NAMAKU DICK

Inget nggak dulu waktu jaman-jaman SMP atau SMA kita sering denger kalau temen-temen kita ngasih nama khusus buat “barangnya”?. Nggak cewek nggak cowok, semuanya suka ngasih nama-nama unik buat “barangnya” itu. Sekedar lucu-lucuan sih. Tapi gue yakin semua orang pernah ngasih nama buat “barangnya” itu.

Kalo cowok biasanya paling ekstrim, mereka bisa ngasih nama yang masuk kategori nggak banget sampei katagori keren abies. Mulai dari si utun, ucok, jefrie sampe Michael. Kadang nama dia sama nama “barangnya” bagusan nama “barangnya”.

“Aduh “utun” gue sakit nih kejedot meja” merupakan kalimat yang biasa kita denger kalo lagi becanda-becanda. Back to that moment (SMP or SMA), “barang” gue dikasih nama siapa yah? Lupa euy soalnya sering ganti-ganti. Tergantung suasana hati. Kayaknya gue pernah ngasih nama Gundala deh (anak petir kali ah…..)

Cewek lebih lucu lagi, mereka biasanya ngasih nama kembar. Ya secara punya mereka kembar juga bukan? Ada yang ngasih nama micky dan minie, Donald and Desi, Romoe and Juliet, bahkan salah satu temen gue ngasih nama suka suki. Kata dia artinya susu kanan, susu kiri. Alah……

Kenapa gue ngomongin soal “barang” yang dikasih nama? Gue jadi keingetan setelah kemaren gue nonton film barunya Tora Sudiro yang judulnya Namaku Dick. Kok Tora jadi sering maen film bergenre sex komedi sih? Di film ini kembali dia mengekspos K****L nya. Sering sekali bidikan kamera yang mengarah ke “itu”nya dia. Iya sih gue akuin kayaknya gede. Baru kayaknya yah, soalnya gue belom liat langsung. Hehehe. Tapi kata temen gue Fa, “itu”nya gede itu nggak boleh diukur dari kelihatannya, karena cuman ada tiga cara buat tahu “itu’nya cowok gede apa nggak. Pertama, digenggam. Kedua, dikulum di mulut. Ketiga, dimasukin. Wah, gawat tuh temen gue. Bener-bener gila.

Kok gue jadi ngomongin ntu yah? Padahal gue kan mau ngomongin film Namaku Dick. Film baru yang gue kategoriin unrecommended movie. Filmya nggak banget. Nyesel deh gue nonton hari sabtu bukannya di promo nomat. Rugi.

Memang sih temanya fresh. Belom pernah ada. Nyeritain “barangnya” Tora yang jadi bisa ngomong, yang ternyata ganggu banget kehidupan si Tora. Tapi sayangnya berlebihan. Nggak segitunya juga kali mustinya. Satu-satunya kelucuan film ini adalah celetukan-celetukan tuh “barang” meskipun masih agak sedikit hambar. Komentar-komentar “barang” itu ceplas-ceplos, sedikit vulgar tapi nggak begitu lucu. Jatohnya malah jorok nanggung. Temen sebelah gue bilang, “cacat attitude”.

Kalo dari segi pesan moral, film ini dapet banget lah. Bukan pesan buat ngasih nama “barang” kalian, tapi biar cowok lebih wise dalam memperlakukan perempuan. Inti filmya sih itu, tapi beleber kemana-mana termasuk ke pergulatan batin antara si Tora sama “barang”nya itu. Ya semua kan balik ke ide kreativitas seseorang. Sah-sah saja kan kalo orang mau bikin film kayak gimana juga.

Gue sih sebagai penikmat film, pecandu film tepatnya cuman pengen film-film Indonesia itu lebih bagus lagi. Bukan cuman menghibur tapi juga mendidik. Mengangkat sesuatu yang sederhana dengan cara yang berkualitas dan berkelas. Besok nonton lagi akhhhhh….

TALI POCONG PERAWAN

Kalo ada katagori baru buat acara award-award-an di bidang film, maka gue bakal bikin katagori the lebay-est film of the year. Dan yang pasti gue jagoin buat menang katagori tersebut adalah film tali pocong perawan.

Sumpah, nih film lebay banget. In all aspects lho! Gue sampei nggak punya banyak kata buat ngegambarin film ini, yang pasti menurut gue lebay. Titik. Sebenernya film ini standard film-film horor Indonesia lah, sekadar teror hantu gentayangan. Yang bikin beda dari film horror lain, film ini menampilkan banyak banget adegan syurnya. Gue jadi agak saru, film ini pakemnya horror atau bokep sih. Hehehehe. Nggak full sih, masuk kategori semi. Kok kesannya gue pemerhati film bokep yah. Ada yang punya gak? Minjem donk…..Ups!

Hal-hal yang menurut gue lebay banget di film ini :

SATU. Soundnya. Memang sih gue akuin kalo sound film horror yang satu ini memang keren banget. Beda dari film horror lain. Tapi saking bagusnya kok terasa berlebihan yah, adegan yang biasa-biasa aja diiringi sama sound yang berlebihan. Buat segi sound, lebaynya masuk kategori positif. Bagus maksudnya.

DUA. Pemainnya. Kok pemainnya Dewi Persik sih? Aduh, gue bukan mau ikutan latah tiba-tiba nyekal Dewi Persik lho. Siapa gue coba? Tapi please deh, masih banyak kali pemain bagus yang bisa berakting. Kalo maksud majang Dewi Persik buat bikin film ini berkesan sensual, sutradaranya berhasil banget. Makanya gue bilang di awal, film ini kok kaya film semi. Pokoknya di film ini Dewi Persik lebay banget deh, dengan muka mesumnya, suaranya yang parau-parau kucing kawin, cara ngomongnya, lengkap sudahlah tujuan film ini.

TIGA. Adegannya. Banyak adegan nggak penting yang nggak berhubungan banget sama jalan ceritanya. Apalagi adegan-adegan syurnya itu. Repeat my word…L-E-B-A-Y, with capital word. Adegan yang paling nggak penting menurut gue adalah, pas temennya Dewi Persik mau mandi, aduuuuuh dramatisasinya lebay banget. Siapa sih sutradaranya? Terkenal gak? Kenal gue nggak? (teu penting……^-^)

EMPAT. Pocongnya. Gue baru tau kalo pocong juga nggak musti loncat-loncat jalannya. Malah di film ini digambarin terbang segala. Terbang kayak superman gitu, kepala di depan kaki di belakang. Masih untung posisi tangannya nggak kayak superman kalo lagi terbang, atau di jidatnya nggak ada rambut yang dibentuk huruf P untuk pocong. Untung-untung. Apa jangan-jangan pocong sekarang udah pada berguru sama superman kali yah? Udah timbul kesadaran gue rasa, kesadaran kalo loncat-loncat itu cape, makanya mending terbang aja. Ugh…Lebay.

Kembali ke tujuan awal gue yang cuman pengen seru-seruan ngomentarin film tali pocong perawan yang baru gue tonton. Bukan pengen menghakimi, never been there. Tapi cuman mo sharing aja, sekedar mencurahkan unek-unek emosi jiwa. Ya, akhirnya gue mutusin buat masukin film ini ke kelompok recommended movie deh. Filmya beda soalnya, pakemnya lain, serasa nonton film semi di bioskop dengan pemainnya yang pas banget. Ups….Kok balik lagi ke sana. Maaph.

Kamis, 24 April 2008

MENJADI SELINGKUHAN

Gelap. Itu yang aku rasakan saat aku mengirim email yang sangat panjang untukmu kemarin. Rasanya seperti menyelam ke dasar samudera tanpa cadangan udara. Sesak. Butuh keberanian dan nyali lebih ketika kucoba menyalakan komputer dan membaca kembali draft email yang kukirim.

Draft Email [Non Edit]

Dear You,

Aku nggak tahu harus memulainya dari mana, tanganku gemetar menulis email ini. Semuanya membingungkan, semuanya tak karuan. Sebenarnya aku tak mampu lagi menggugat, tapi aku harus kuat. Aku lelah.

Aku mulai dari awal perjumpaan kita. Sore itu, di sebuah gerai kopi, kamu tiba-tiba minta izin untuk duduk semeja denganku. Aku kaget. Aku tidak mengenalmu, bahkan ketika aku berusaha membuka memori ingatanku aku tak jua menemukan file kamu. Nama mungkin aku sering lupa, tapi wajah harusnya ingat. Paling nggak pernah lihat. Tapi saat itu aku benar-benar blank, nggak tahu siapa kamu. Dan dengan muka bego aku hanya berujar “silahkan”.

Percakapanpun dimulai. Sebenarnya kamu yang lebih banyak cerita, sementara aku hanya mendengarkan. Aku memang terbuka, tapi tidak seterbuka kamu, apalagi terhadap orang asing. Kamu bilang bahwa kamu sudah memperhatikan aku sejak tadi, aku yang tak peduli dengan keramaian gerai, yang matanya hanya tertuju pada layar laptop sore itu. Dan kamu juga bilang bahwa kamu tertarik padaku, makanya memberanikan diri untuk menyapa dan duduk semeja denganku.

Aku kemudian menemukan kualitas lain darimu. Ternyata kamu tak hanya good looking tapi juga smart. Sesuatu yang membuatku kemudian nyaman ngobrol denganmu saat itu. Kamu banyak cerita tentang pekerjaanmu, tentang ketertarikanmu pada politik, bahkan tentang kehidupan pribadimu. Jangan salahkan aku yang waktu itu tak bisa lepas menatap wajahmu. Suruh siapa senyummu manis. Suruh siapa matamu hilang kalau ketawa.

Obrolan sore itu diakhiri dengan saling tukar nomer HP. Dan kita berjanji untuk bertemu di tempat yang sama dua hari lagi. Ya, dua hari lagi. Dua hari yang ternyata membuatku tak bisa melepaskan pikiranku tentangmu. Dua hari yang menyiksa. Dua hari penuh penantian panjang. Apalagi sebelum kita ketemuan lagi, kamu selalu membuatku luluh lantak. Kaya siang itu waktu aku sms kamu buat nanya kamu sedang apa, kamu jawab bahwa kamu sedang di kantor, depan komputer, mikirin aku. Sialan….itu membuat aku tak mampu lagi menunggu.

Sore yang ditunggu datang juga. Hatiku dag dig dug. Nggak tahu nanti mesti ngomongin apa. Nggak tahu musti ngapain. Tapi rasanya senang, kayak anak kecil yang dijanjikan bakal dapet permen.

Gerai kopi masih sepi waktu kita ketemu, tapi hatiku gaduh. Kamu sangat menawan dengan pakaian kerjamu. Obrolan kita mengalir dengan sendirinya. Saling membuka hati. Saling meyelam di dalamnya.

Tiba-tiba aku tersentak dengan pengakuanmu. Kamu bilang bahwa kamu sebenernya sudah memiliki kekasih, meskipun hubungannya nggak berjalan lancar. Kamu juga bilang bahwa pacaran dengan dia itu hampa karena dia kosong. Beda sama aku katamu. Aku bisa mengimbangi semua topik pembicaraanmu, karena aku nggak kosong seperti pacarmu.

Aku jauh lebih tersentak ketika kamu memintaku menjadi selingkuhanmu. Kamu janjikan bahwa kamu akan putus dengan pacarmu. Tinggal menunggu momen yang tepat katamu. Kamu nggak tahan lagi dengan kekosongan yang dia beri.

Menjadi selingkuhanmu. Itulah satu-satunya pilihanku saat itu. Aku terlanjur mengagumi kepintaranmu, kepribadianmu, dan keberadaanmu. Ya, jadi selingkuhanmu. Itu yang aku putuskan.

Bulan demi bulan kita menjalin “hubungan” itu, tapi kamu tidak juga memutuskan pacarmu. Kamu bilang, kamu masih belum bisa. Waktunya belum tepat. Lalu kapan? Aku tersiksa dengan semua ini. Tapi aku sadar dengan konsekuensi atas keputusan yang telah kubuat. Jadi selingkuhanmu.

Pagi sampai siang kamu selalu jadi milikku, selalu ada untukku. Tapi sore membuatku sakit. Tiap sore kamu datengin pacarmu di kantornya untuk pulang bareng kemudian makan malam. Sementara aku? Ya aku sebagai selingkuhanmu kembali ke kamar kostku hanya untuk mengenangmu. Makan malam sendirian sambil didera cemburu. Tapi aku sadar, aku bisa apa? Aku hanya selingkuhan, sekedar selingan dari kekosongan pacarmu itu.

Sama halnya dengan sabtu. Dari pagi kita selalu bersama, di kostku atau di rumahmu. Tapi kalau waktu menjelang sore, kembali aku terhempas ke pusaran yang sama, tersadar sebagai selingkuhan. Aku sering dandanin kamu, menyuruhmu pakai baju yang mana, menyisir rambutmu. Semuanya tidak bukan agar kamu terlihat so great di depan pacarmu.

Mungkin kamu nggak mendengar kalau hatiku menjerit. Perih. Menjadi selingkuhan membuatku rela menjadi yang kedua. Menjadi Mayang Sari bukannya Halimah.

Minggu lalu akhirnya kamu bilang bahwa kamu sudah putus dengan pacarmu. Akhirnya kamu putus juga. Akhirnya aku bisa memilikimu sepenuhnya. Kamu bilang selain kosong, pacarmu juga ternyata selingkuh. Alasan yang aku rasa absurd untuk putus sebenernya. Bagaimana tidak, kamu marah karena pacarmu ketahuan selingkuh sementara kamu sudah selingkuh denganku dari berbulan-bulan yang lalu. Tapi semuanya nggak penting. Yang penting aku bisa memilikimu sepenuhnya. Tak lagi berbagi.

Beberapa hari kemudian ketika aku memintamu untuk menjemputku di kantor, kamu bilang kamu nggak bisa. Kenapa? Dan mengalirlah cerita itu. Kamu bilang kamu sudah balik lagi dengan pacarmu. What? Kemarin malem dia nelpon kamu, bilang kalau dia lagi sakit dan memintamu untuk balik lagi dengannya. Dan kamu mau. Sekali lagi, dan kamu mau. Sesuatu yang aku nggak ngerti.

Aku seperti tersadar. Berdiri di point of no return, aku teriak di gagang telpon kantorku. Aku minta putus denganmu. Aku sudah lelah. Sudah banyak aku korbankan perasaanku. Tapi kini aku sudah sadar, apalagi dengan sikapmu yang sepertinya nyaman dengan keadaan itu. Kalau bisa dapat dua kenapa musti satu. Sialan.

Puluhan kali kau menelponku, tapi aku tak angkat. Puluhan SMS aku tak acuhkan. Kamu minta maaf. Tapi menurutku sudah basi. Silahkan menikmati kekosongan yang kau benci tapi kau layani. Biarkan aku menenangkan diri. Mencoba menghapus jejakmu di hatiku.

Kamu masih mencoba menelpon dan meng-sms ku, bahkan sampai hari-hari berikutnya. Dan ketika aku sudah mulai lebih tenang, aku membalas singkat smsmu.

“Aku sudah lelah. Baca saja email yang akan kukirimkan padamu sekarang”

Hugs, Yuda

Malam itu seusai aku mengirimkan email untukmu, aku menghapus nomer HP mu dari phonebook ku. Aku berjalan gontai, menutup pintu kamarku, menutup juga pintu hatiku untukmu.

PURA-PURA MENIKAH

Tiba-tiba temen kuliah S1 gue sms nanyain nama perusahaan tempat gue kerja plus alamat lengkapnya. Aneh….Nggak ada angin nggak ada hujan kok dia nanya sampei detail gitu. Di tengah kebingungan gue, gue berpikir apa dia mau berhenti kerja dari perusahaannya yang sekarang yah. Dengan adegan slow motion gue kembali ke masa dua tahun lalu, tahun 2006, waktu gue masih kerja di Situbondo.

Masih temen gue yang sama, tahun 2006 itu nanyain perusahaan tempat gue kerja, juga dengan alamat lengkapnya. Nggak curiga apa-apa ya gue kasih aja toh nggak ada ruginya. Kegiatan nanya-nanya itu nggak berhenti sampai sana, tapi lebih intens. Karena gue mulai curiga, akhirnya gue nanya balik minta klarifikasi buat tujuan apa informasi mengenai detail tempat kerja gue itu. Dan mengalirlah drama beberapa babak berikut ini :

BABAK 1

Temen gue pengen berhenti kerja dari perusahaannya tapi nggak punya alasan tepat yang bikin bosnya nge-approve keinginannya itu. Setelah mutar otak, akhirnya dia ngambil keputusan bahwa alasan yang paling make sense adalah menikah. Kenapa gue yang dipilih, (selain kayaknya emang dia cinta ma gue, hehehehe) karena gue kerjanya di luar kota sehinggga mengharuskan temen gue itu ngikut gue (as her husband) ke Situbondo. Biar terlihat meyakinkan, temen gue itu sampe ngejelasin secara detail gue kerja dimana, nama perusahannya apa, sebagai apa, job desnya kayak apa, gajinya berapa (nggak dink yang terakhirmah!)


BABAK 2

Bosnya temen gue itu tidak mudah melepaskan karyawannya ternyata. Dia beralasan kan bisa bolak-balik buat temen gue ketemu gue sebagai suaminya. WHAT?….bulak-balik? Mungkin dia pikir Bandung-Situbondo itu kayak Cicaheum-Ledeng kali yah. Heran. Karena temen gue kehabisan akal, akhirnya dia ngasih no telpon gue ke bosnya biar bosnya itu ngomong langsung sama gue. Kok gue jadi terlibat lebih jauh yah? Hati gue bilang kalo nolong gak boleh nanggung, ya udah, terlanjur basah. Waktu bosnya bilang soal konsep bolak-balik itu, gue cuma bisa jawab : “lagi pacaran aja tinggal jauhan gue kangennya setengah mati, apalagi udah merit. Gimana kalau tengah minggu pengen “ituan” kan berabe”. AND IT WORKS…..akhirnya bosnya mau ngerti dan ngelepasin temen gue itu.

BABAK 3

Gue pikir keterlibatan gue cuma sampe babak 2 doank, eh ternyata berlanjut. Bosnya itu pengen bantuin pernikahan (pura-pura) kita. Terlibat secara aktif maksudnya. Gawat. Tapi bener banget apa yang dibilang orang baheula, sekali bohong pasti bakal ada kebohongan yang lain. Kita memutuskan buat bilang kalo pernikahannya cuman akad nikah dulu, ntar baru resepsi. Dan di resepsi itu kita janji bakal melibatkan bosnya itu secara aktif. Meski sampe sekarang tuh resepsi nggak jadi-jadi. Alhamdulillah dia mau ngerti. Waktu itu kok gue ikut deg-degan yah, padahal liat muka bosnya temen gue itu aja belom.

TAMAT

BABAK 4

Ternyata tuh sandiwara belom tamat, padahal udah mau hampir dua tahun. 2006 ke 2008. Makanya waktu temen gue itu nanya tempat kerja dan alamat gue di Bogor, gue jadi kepikiran jangan-jangan temen gue itu mau keluar kerja lagi. Tapi kok masih bawa-bawa gue. Kesannya tuh temen gue ngarep banget pengen dikawin sama gue deh (I wish). Pas temen gue cerita ternyata dia bukan mau keluar dari tempat kerjanya, tapi bosnya dia yang dulu ngajak dia makan-makan. Karena itu kebohongannya dibuka lagi. Mengalirlah kalo suaminya temen gue itu (gue maksudnya) udah pindah kerja ke bogor. Bosnya itu bilang “Nasib kamu kok ditinggal-tinggal sama suami terus yah! Mungkin gara-gara itu kamu masih belom hamil juga. Atau jangan-jangan ada masalah reproduksi di salah satu dari kalian. Coba deh cek ke dokter”. Honestly, I am insulted……kesannya kok gue mandul gitu, sampe sekarang masih belom bisa bikin temen gue bunting. I am totally insulted. Padahal kalo mau, gue bisa bikin temen gue itu hamil sekarang juga. Upsss, padahal ada sedikit keraguan dalam hati gue, can I perform in bed? althought that must be natural instinct. Bukan ragu akan kemampuan gue, cuma yah karena belom dicoba aja. Does anyone want to be my sparing partner in Bed? Anyone? Hehehehehehe.

TAMAT (MUDAH-MUDAHAN TAMAT BENEREN)

Catatan Kaki :

Dulu gue memang pernah jatuh cinta sama temen gue itu meski belom sempet terucapkan. Apakah itu pertanda bahwa dia jodoh gue (ngarep!!!!!!), soalnya udah pake sandiwara pura-pura nikah segala. Sinetron banget yah hidup gue?? Buat temen-temen S1 gue yang kebeneran baca, jangan nebak-nebak dia itu siapa. Kalau mau tau, just email me or sms me. I’ll tell you who is she exactly.

MENGGUGAT MIMPI

Mimpi itu bunga tidur, hanya semacam hiburan, tapi kalau mimpi itu datang berulang-ulang mungkin aku harus mulai membaca pertanda. Ketika mimpi tentang kamu muncul pertama kali, aku hanya menganggapnya sebagai intermezzo. Selingan sesaat. Tapi ketika muncul untuk yang kedua kali kemudian ketiga dan sampai kelima kalinya, aku lantas mencari jawaban atas pertanda yang mungkin akan tiba.


Kenapa kamu muncul dalam mimpi-mimpiku belakangan ini? padahal kamu bersama dengan kenangannya sudah aku kubur dari dulu. Kenapa kamu seakan menghantui melalui mimpi? Mengapa menunggang mimpi yang tak pasti? Semuanya hanya mengungkit cerita lama, meniti episode jaman dulu saat aku masih belum begitu mengerti, belum dewasa sepenuhnya.


Kamu dulu datang saat aku masih lugu, masih hijau sehijau Shreek. Kamu datang membawa pesona yang belum pernah kudapat sebelumnya. Meluluhlantakkan, seperti tornado yang memporakporandakan dinding hati. Aku terpesona, terperdaya kemudian jatuh cinta. Jatuh cinta padamu yang memberi getar asmara pertamaku dalam dunia yang ambigu. Kamu juga yang mengajarkanku apa itu cemburu. Aku sungguh jatuh cinta padamu saat itu.


Selain perasaan cinta dan cemburu, kamu juga mengajarkan apa itu sakit. Meninggalkanku dengan banyak pertanyaan dan langkah bimbang. Menanarkan setiap acuan yang kupijak. Kenangan itu semua sudah aku kubur, aku menutup pintu hatiku untukmu, sampai saat ini.

Datang melalui mimpi adalah sesuatu yang tidak kuharapkan darimu. Aku memang tidak menginginkan mu hadir dalam bentuk apapun, nyata ataupun ilusi. Mengingatmu hanya memaksaku berjalan mundur ke episode dulu. Memaksaku membuka kembali lembaran hitam saat aku mulai mengenal dan meniti duniaku yang baru. Aku mengugat mimpi yang menghadirkanmu.

Di mimpi itu kau datang memberiku sebuah kebimbangan, menawarkan kembali sebuah ikatan, sebuah titisan kepercayaan. Aneh. Dalam kehidupan nyata saja aku terus menghindarimu, apalagi dalam mimpi. Sesuatu yang untuk memikirkannya saja aku tak mampu, tak mau tepatnya.

Apakah ini memang caramu? Datang melalui mimpi agar aku tak lagi bisa menghindar, tak bisa bersembunyi. Tapi untuk apa? Masa itu sudah lama terkubur. Aku sekarang bisa berlari sendiri, tak tertatih-tatih seperti dulu saat baru mengenal dunia ambigu melalui perantaramu. Aku sudah tegar, juga berkat kamu. Ketegaanmu yang menjadikanku tegar, dan berkat ketegaan itu juga aku menjadi sadar bahwa dunia ambigu yang kutiti tidak seindah taman surgawi. Semuanya semu, semuanya abu-abu.

Aku mohon padamu, janganlah kau buat aku kembali mengenalmu ataupun mengenangmu! Aku sudah lelah. Mencoba menghilangkan episode dulu sudah teramat lelah, dan aku berhasil di akhir langkah. Janganlah kau koyak lagi! Kamu sudah tersimpan rapi di salah satu ruang di hatiku, yang pasti akan ku kenang suatu hari nanti, tapi tidak saat ini.

Selasa, 15 April 2008

MANUSIA NUANSA

Aku adalah manusia nuansa.Penuh warna yang terkadang hanya aku sendiri yang tahu.Makanya orang mengartikan manusia nuansa dengan sensitif dan perasa,padahal BUKAN. Aku selalu ingin punya sayap agar bisa terbang, tapi aku bingung.Burung saja yang memiliki sayap kasat mata bisa jatuh apalagi aku yang sayapnya hanya terbuat dari kepercayaan. Percaya bahwa i can do better than anyone. Kadang aku bosan for being someoneelse. Tapi gimana....Duniaku seringnya mengharuskanku melakukan semua itu. Bener banget apa yang dibilang fight for fighting...."its not easy to be me"...So its normally if i think im a superman.Aku ingin sekali diajarkan tuli atau bahkan mati rasa karena saat banyak rasa yang tak bisa tertuangkan dalam untaian aksara atau saat onggokan perasaan itu tak bisa terurai lewat deretan kata.....Maka, aku hanya bisa berujar dalam diam.Tapi semua itu aku lakukan hanya untuk menyulam jaring laba-laba kehidupanku sendiri.

BILLING TRAGEDY

Kebiasaan gue kalo bayar tagihan makan di café atau restoran, nggak pake liat dulu lembar tagihannya secara teliti. Liat jumlah totalnya berapa, bayar, trus ketika struknya dateng nggak diliat lagi. Langsung masuk dompet. Tapi ada kejadian yang bikin gue kayaknya musti ngerubah kebiasaan gue ini, kejadian yang bikin gue marah. Tapi salah gue juga sih sebenernya, jadi ya sudah lah. Jadi pembelajaran aja.

Malem minggu kemaren, gue jalan sama temen gue, cewek. Bener inimah temen, belom lebih. Rencananya gue mau traktir dia, for celebrating salah satu event di hidup gue. (bentar…bentar…malam minggu kok jalan sama temen? Ketahuan deh kalo gue jomblo). Kita memutuskan buat makan di café rumah nenek. Pengen makan pizza tungku sama kulit kentangnya yang enak itu.
Nyampe disana kita langsung pesen, trus makan sambil dengerin live music. Kalo malam minggu emang ada live musicnya, tapi dari jaman kapan tau sampe sekarang kok home bandnya masih itu-itu aja yah. Vokalisnya gendut (kok jadi ngata-ngatain orang!) tapi suaranya bagus dan lembut. Kayak Marshmellow. Yang gue suka dari rumah nenek memang suasananya, remang-remang romantis apa gimana gitu. Kita ngobrol banyak hal sambil makan, termasuk ngomongin hati gue dan hatinya dia.

Abis puas makan, kita berencana memang langsung pulang soalnya udah malem juga. Tadi perginya agak telat sih jadi rencananya cuma makan aja. Gue minta bill nya, dan langsung bayar. Pas bayar gue mikir, kok mahal yah? Padahal perasaan gue pesen nggak banyak deh. Meskipun macamnya lebih dari empat tapi kalo dikalkulasi kayaknya nggak nyampe segitu deh totalnya. Tapi gue kan orangnya males, langsung bayar aja. Nggak mungkin juga kan gue komplain sama temen gue itu, ntar dia ilfil lagi. Bahaya. Struk dan kembalian langsung masuk dompet.

Gue nganterin dia pulang. Di depan gerbang rumahnya, sambil nunggu dia buka pager gue iseng-iseng buka dompet dan liat struk makan tadi. Tau gak? Ternyata gue bayar makan yang makanannya nggak gue makan. Maksudnya, struk yang gue bayar itu bukan yang kita order. Salah meja deh kayaknya. Kalo bedanya cuma dikit sih gue juga males ngeributinnya kali, buang sial aja deh. Tapi ini bedanya nyampe 130.000. Bayangin 130.000. Lumayan kan?. Karena bedanya yang lumayan itu, gue memutuskan buat balik lagi. Minta dianter temen gue itu. Kan BT kalo ntar gue marah-marah sendiri.

Dasar gue lagi sial, pas lagi di jalan tiba-tiba gue ngerasa mobil gue majunya nggak enak. Ban mobilnya gembos ternyata. F**K, S**T. Akhirnya malem-malem buta (tengah malem malah) gue musti ganti ban, mana tempatnya gelap, mana jadi keringetan. Gak gaya lagi deh kayaknya. BT. Takut cafenya keburu tutup, gue nyuruh temen gue itu nelpon tuh café nanya tutupnya jam berapa. Mereka confirm katanya bakal nunggu kita datang.

Pas kita nyampe ke café itu, suasananya udah sepi. Tinggal beberapa meja aja yang masih ada orangnya. Home bandnya juga udah bubar. Kita langsung ke kasir buat nanyain masalah gue itu. Kasirnya bilang kalo sisa duit gue udah disiapin jadi bisa langsung diambil. Gue nanya, “berarti yang mejanya gue bayar, enak donk bayarnya jadi lebih murah?”. Kasirnya bilang “Nggak. Karena kita ngelakuin Recek sebelum nagih ke meja itu”. Gue udah males ribut, jadi gue ambil tuh duit sambil bilang, “lain kali lebih hati-hati yah Mbak! Kan ngerugiin konsumen musti bulak-balik”. Eh si Mbak kasirnya malah bilang, “Ya, saya nggak tahu, yang salah kan pelayannya”.
With point of no return, amarah gue jadi meledak. Maksud gue bilang gitu ke si Mbaknya buat ngingetin kalo semuanya harus berkordinasi, bukannya dia malah nyalahin pelayan dan lepas tanggung jawab. Bukan masalah duitnya, tapi respect and responsible feelnya aja yang gue minta. Dan tau nggak, they don’t even say sorry! Itukan kesalahannya kumulatif jadi minta maaf buat kesalahan itu wajar dilakukan meskipun bukan dia yang ngelakuin kesalahan itu. Tapi gue bilang sekali lagi, itu kesalahan kumulatif. Lagian kan public places kaya gitu, apalagi yang service oriented harusnya mengutamakan kepuasan pelanggan bukannya bikin BT. Gue bilang mau ketemu sama managernya, tapi temen gue ngalang-ngalangin sambil bilang udah-udah dan narik gue ke mobil.

Malam minggu yang bikin BT, udah musti bulak-balik ke rumah nenek yang notabene dari rumah temen gue itu jauh, musti ganti ban mobil malem-malem, bikin amarah gue meledak. Ighh….pokoknya malem minggu itu gue BT.

Pelajaran moral dari peristiwa itu : (1) Jangan lupa buat ngecek tagihan sebelom kita bayar. Jangan takut disangka pelit bin ngopet, just for make sure. In my case, im so careless. (2) Kudu gape ganti ban mobil, kita nggak tahu kan kapan mobil kita bermasalah. (3) Selalu sediakan parfum di mobil kita. Abis ganti ban, biasanya kita keringetan. Biar gak semerbak body odor, semprotkan lagi parfum ke tubuh kita. Kalo perlu diminum biar wanginya awet. Dan terkahir (4) kalo nyari temen PeDeKaTeAn, yang rumahnya deket aja deh sama pusat keramaian, jadi kalo kejadian gini berulang nggak bete sama jarak yang lumayan jauh. Bulak-baliknya itu lho, bikin gila meski orang bilang cinta itu butuh pengorbanan. Hehehehehe.

P.S. I LOVE YOU

Ada film baru yang lagi tayang di bioskop judulnya p.s. I love you. Gue awalnya heran sama film ini, kok dari mulai tayang midnight sampe nggak mignigt tetep aja di puternya hampir tengah malem. Terpakasa gue yang penasaran nonton film ini jadinya nonton malem-malem buta meski awalnya gue yakin bakal ngantuk. Bayangin aja, film drama romatis yang pastinya banyak banget dialognya diputer tengah malem. Berasa cape aja ngikutin alurnya. Tapi ternyata gue salah donk, filmnya keren apalagi buat orang-orang yang punya sifat drama queen kayak gue. Hillary swank (pernah maen di boys don’t cry sama six million dollar baby) udah barang tentu jadi jaminan kerennya film ini.

Diceritakan suami si Hillary di film itu menderita penyakit dan akhirnya meninggal. Karena suaminya itu sadar betul kalo dia bakal meninggal dan istrinya itu pasti sedih banget maka dia mempersiapkan serial surat cinta yang bakal dikirimkan berkala setelah dia meninggal. Tujuannya cuma biar istrinya itu kembali menemukan semangat hidup dan juga kehidupan cinta yang baru. Di setiap momen saat sang istri sedang down, maka tanpa diduga datanglah surat dari sang suami yang udah dikirimkan jauh-jauh hari. Disetiap surat pasti diakhiri dengan kalimat p.s. I Love You. Semacam suplemen hidup buat si istri. Such a romatic and touching movie.

Meskipun mengusung tema yang agak-agak standar dengan percakapan-percakapan yang cenderung bertele-tele, tapi gak rugi kok nonton film ini. Gue jamin. Ya selingan setelah mikir seharian di kantor, bisa bikin lebih fresh. Pelajaran moral dari film ini adalah : hidup harus terus berlanjut meskipun kita kehilangan pondasinya, atau dalam istilah kerennya life must go on. Dunia nggak berhenti berputar walau kita kehilangan seorang kekasih, so jangan sia-siakan hidup. Lets live the life!

Film yang kalau dicermati bakal menampar kebanyakan orang, termasuk gue. Kita biasanya sulit bangkit setelah ditinggalkan oleh seseorang yang kita cintai. Wajar kalau dibutuhkan sedikit waktu untuk tertatih-tatih, tapi akhirnya harus berlari dan bukannya ambruk kembali. Kehilangan seseorang di dunia ini merupakan hal yang wajar, dan sedih sangat manusiawi. Tapi bagaimana cara kita mentreatment kesedihan itu menjadi sesuatu untuk kembali hidup dan menjadikan kita orang yang berjiwa besar yang harus terus dicari. Orang yang berjiwa besar itu hatinya terdiri dari dua bagian, bagian yang satu untuk menangis dan bagian yang lainnya untuk bersabar.

Mulai sekarang mulailah berjalan tegak, busungkan dada, dongakkan dagu, satu…dua…satu…dua…satu…dua…sambil terus berteriak : LETS LIVE THE LIFE. Life is too good to feel bad so keep on fighting.

NAPAK TILAS HATI

Awalnya gue nggak berencana buat pergi ke tempat itu, suatu tempat yang mengingatkan gue sama lo. Lo yang dulu pernah ngisi berlembar-lembar diary gue, ngasih gue kenangan manis, indah, kemudian pahit dan getir. Kadang gue masih nggak ngerti sama keputusan lo dulu, ninggalin gue tanpa ba-bi-bu. Sakit tau, apalagi hubungan kita udah bukan dalam hitungan bulan lagi. Maenannya udah tahun, so it takes a long time forgeting you and rehealing the pain caused by you.

Dari perkenalan basi melalui temen gue yang juga temen lo, ternyata kita merasa cocok saat itu. Kalo minjem istilah Tom Cruise di Jerry Maguire, you complete me lah. Gue ngerasa bahwa lo emang potongan puzzle yang selama ini gue cari, potongan yang bikin gambar hati di dada gue lengkap. Entah kenapa kita merasa cocok aja saat itu, dan kita jadi nggak terpisahkan. Dimana ada gue pasti ada lo, dua orang yang lagi dibanjiri hormon endorphin, hormon cinta. Cinta monyet khas remaja gila. Kadang gue suka pengen ketawa sekaligus nangis kalo inget jaman-jaman itu.

Suasana di tempat itu masih sama, bau daun basahnya, pohon-pohonnya, aroma tanahnya, air terjunnya. Parahnya gue masih bisa nyium keberadaan lo di sana, padahal udah lewat beberapa tahun. Di jalan setapak berbatu dimana dulu kita nyusurinnya sambil nggak lepas pegangan tangan. Di bukit kecil tempat kita menatap senja, we kissed, the best kissed that I’ve ever felt. Berada di sana gue berasa napak tilas. Napak tilas hati tepatnya.

Dulu waktu lo masih ada di samping gue, gue selalu merasa nyaman. Kenyamanan itulah yang sering kali gue rindukan dari lo. Lo orang yang paling ngertiin gue, mau nerima gue apa adanya and never bugging me with questioning. Lo mencintai gue dalam sunyi, sunyi yang membuatku lebih mencitaimu. Di kesunyian yang tercipta itulah gue bisa menemukan siapa lo sebenarnya, seseorang yang mampu mengubah batu menjadi permata di mata gue.

Hari ini, di tempat itu, disaat gue napak tilas hati gue, gue kembali nggak menyesali apa yang udah terjadi dulu diantara kita. Gue sadar bener bahwa cinta itu berbanding lurus dengan sakit hati, jadi semakin gue jatuh cinta maka sakit hati yang bakal gue terima akibat cinta itu juga akan semakin besar. Perlu lo tahu, mencintai lo membuat gue jadi lebih kuat, lebih survive. Lo ngajarin gue segalanya, lo juga yang nyadarin gue kalo hidup di dunia ini khususnya di dunia lo dan gue itu nggak gampang. Harus berjuang lebih dari siapapun. Tapi ternyata lo memutuskan buat nggak berjuang di samping gue, lo memilih berjuang dengan jalan lo sendiri mesti gue tahu tujuan kita sama. Cinta.

Embun senja merayap turun, gue harus pulang meninggalkan kenangan kita di tempat itu. Aku puas mengenangmu di sana, meskipun aku hanya mencumbui bayanganmu di bawah rindangnya akasia. Itu cukup, bahakan lebih. Biarkan aku kembali ke setapak kecilku, berjalan sambil terus mengenangmu. Cinta terdahsyat gue, cinta yang hanya bisa kunikmati melalui napak tilas hati.

ROTI GS

Gue lagi kangen. Bukan kangen sama seseorang, tapi kangen sama roti. Roti GS namanya. Buat orang Bogor khususnya anak-anak IPB pasti kenal banget sama yang namanya roti GS. Roti yang jadi makanan wajib yang distok di kamar-kamar kost. Kalau bicara roti GS, roti unyil yang terkenal di Bogor mah lewat. Aduh, ngebayanginnya aja bikir air liur gue tumpah ruah nih.

Roti buatan home industry ini daerah prevalensinya luas banget, hampir di seluruh Bogor tersedia. Jangan mikir kita bisa dapetin roti ini di supermarket atau minimarket yang sekarang menjamur, you totally wrong kalo mikir bisa dapetin di sana. Roti ini didistribusiin di warung-warung kecil doang, tapi jangan salah, laju penjualannya pesat bener. Kadang di hari-hari tertentu gue bisa nggak kebagian tuh roti, di warung-warung yang biasanya jual mulai dari kostan gue sampai kantor semuanya habis, padahal tadi pagi pas berangkat kerja gue liat stoknya masih banyak.

Sebenernya apa sih yang bikin roti ini sangat istimewa?

[1] Harganya
Harga satu roti cuman serebu doank. Pas banget kan sama kondisi anak kost. Meskipun gue baru sekali kost, tapi gue udah ngerti bener sama falsafah anak-anak kost. Beli sesuatu yang paling murah tapi kualitasnya bagus a.k.a ngirit.

[2] Ukurannya
Buat roti seharga serebu, ukurannya gede bener. Ya gak segede bagong juga sih, hehehehe. Tapi sumpah, ukurannya gede kalo dibandingin sama roti-roti sejenis dengan harga yang lebih mahal. Karena ukurannya inilah, banyak orang yang makan satu aja udah kenyang. Kalo gue sih tetep, makan tiga biji baru kenyang (Upsssssss…….)

[3] Rasanya
Roti ini laku bukan cuma karena murah aja, tapi dari segi rasa juga patut diacungin jempol. Four thumbs up kalo perlu. Rasanya gak kalah kok kalo dibandingin sama roti unyil buatan Vennus. Orang-orang juga sekarang udah selektif, kalo cuma murah doang tapi rasanya nggak enak juga nggak bakalan laku.

[4] Variannya
Roti ini tersedia dalam berbagai rasa, ada cokelat, strobery, keju, kelapa, kelapa hijau, mocca, durian, kopi dan nanas. Hebatkan? Buat ukuran roti produksi home industry, banyaknya varian ini juga kali yah yang menyebabkan roti ini banyak dicari. Dan jangan salah, tiap rasa punya penggemar fanatiknya masing-masing. Favorit gue sih yang mocca.

Gue bikin tulisan ini nggak maksud promosi lho!Jadi jangan pikir kalo gue membangga-banggakan roti ini karena gue jadi staff marketingnya. Ya ollo, target marketnya udah bagus, jadi nggak musti pake staff marketing segala. Gue cuma mau berbagi sesuatu yang berkualitas, secara gue penjahat kelamin. Eh, penjahat kuliner maksudnya. Hehehehe. Semenjak gue pindah lagi ke Bandung, gue udah nggak bisa lagi makan roti GS. Makanya sekarang kangen. Minta Tresa buat kirim pake tiki ah…..Lebay banget yah. Hehehehe. Mahalan ongkos kirimnya kali dibanding sama rotinya. Ya sudahlah kapan-kapan aja kalo ke Bogor lagi………..

Selasa, 08 April 2008

FAKING ORGASM

Mungkin udah mendarah daging di kultur budaya sunda kali yah kalo orang-orangnya seneng banget basa-basi dan berbohong demi kebaikan. Udah jadi semacam blue print DNA atau bawaan orok. Gue sebagai orang sunda tulen juga mengamini dan mengakui bener sama hal itu, meski kadang prilaku gue sering jauh bertentangan dengan prilaku orang sunda yang terkenal baik dan ramah. Seringnya mulut gue nggak bisa dibawa “nyunda” dalam artian ramah dan penuh basa-basi. Mulut gue nggak bisa dibawa kompromi, senengnya ngata-ngatain orang (sebagai pembenaran gue ngakuinnya sebagai bawaan orok, udah dari sananya). Tapi kalo soal berbohong demi kebaikan sih itu gue banget, semua kebohongan yang gue lakuin umumnya demi kebaikan, kebaikan gue sendiri maksudnya. Bisa masuk kategori white lies gak yah?

Balik lagi ke soal kultur budaya orang sunda yang sering basa-basi dan berbohong demi kebaikan, gue ngerasa kalo orang-orang itu seringnya kebablasan. Mereka nggak tau kapan mereka musti basa-basi dan berbohong demi kebaikan atau kapan mereka mustinya berterus terang. Untuk masalah yang sangat pribadi aja, yang harusnya dibicarakan dengan pasangan, keterusterangan sepertinya menjadi sesuatu yang mahal, yang apabila diutarakan justru akan menyinggung pasangan kita. Aduuuuuuhh, jadi bete nih sebagai orang sunda.

Tadi malem, temen gue, cewek, curhat. Dia bilang sebenernya dia udah sering banget ML sama pacarnya (gue nggak mau komentar soal yang ini, merasa nggak berhak aja), tapi dari sekian kali (atau sekian puluh kali, who knows?) dia nggak pernah ngerasain apa yang namanya orgasme. Biar pasangannya puas dan merasa nggak dikecewakan, temen cewek gue itu sering berpura-pura ngalamin orgasme. Faking orgasm. What? Gue langsung berasa meledak, pengen marah sama dia, untung gue masih bisa nahan diri karena kembali ngerasa nggak berhak. Gila yah untuk hal pribadi kayak orgasme aja musti berpura-pura, padahal kan itu bisa diselesaikan dengan komunikasi sama pasangan. Temen gue itu, gelarnya aja master tapi kelakuannya bodoh. (Upsss…Yuda, mind your words!)

Hubungan sex itu hubungan antara dua orang, jadi bukan cuma give aja tapi harus take and give. ML sama pecun aja take and give, dia ngasih servis, kita ngasih duit, masa sama pasangan kita (legal or not) nggak take and give. Rugi. Gimana caranya biar bisa take and give? Ya komunikasi donk, nggak haram kok kalo lagi ML sedikit ngobrol. Ya asal jangan ngobrolin banyaknya kasus gizi buruk atau langkanya gas elpiji di Bali aja. Bisa-bisa pasangannya turn off, sesuatu yang udah “berdiri” bisa jadi terkulai kembali. Dengan komunikasi, cewek-cewek nggak perlu lagi pura-pura orgasme kalo ML. Kenapa cewek-cewek? Karena orgasme di pihak cewek itu kadang nggak bisa dilihat sama pasangannya, beda sama cowok yang kalo orgasme jelas bener tandanya. Orgasme dipihak cewek juga sebenernya bisa dilihat tandanya, tapi sama pasangannya yang memang udah gape. Kalo gue sih pinter di teori doank, sumpah. Hehehehehe.

Komunikasi kayak apa sih yang bisa ngebikin kita atau pasangan kita nggak perlu pura-pura orgasme?

SATU
Orgasme itu bukan sesuatu yang instan, tapi sesuatu yang terjadi lantaran proses. So bilang sama pasangan kalo jangan langsung to the point, makan aja kan nggak langsung main course tapi pake appertizer dulu. Gitu juga ML, lakuin dulu foreplay biar lebih rileks. Kalo kita rileks dijamin deh faking orgasm bakal kita coret dari kamus kita.
DUA
Buat mengalami orgasme, cewek memerlukan waktu yang lebih lama dibanding cowok. Oleh sebab itu cewek butuh dirangsang lebih lama di tempat-tempat yang memang jadi G-Spot di tubuhnya. Bilang sama pasangan kalo kita senengnya dirangsang di bagian-bagian mana aja. Gimana menemukan G-Spot atau titik rangsang di tubuh kita? Itulah gunanya eksplorasi. Cobalah mengeksplorasi setiap senti tubuh kita atau pasangan kita, kita pasti akan menemukan titik-titik surga. Komunikasikan sama pasangan dimana titik-titik itu berada.
TIGA
Apabila salah satu dari pasangan ML telah mengalami orgasme sementara yang satunya belum maka bilang sama pasangannya kalo kita belum mencapai orgasme. Konsekuensinya minta dia buat mengulang kembali prosesnya alias masuk ronde kedua. Tapi ingat, istirahat dulu! ML itu kaya olah raga, bikin cape. Jadi dibutuhkan sedikit pengumpulan energi buat masuk ke ronde berikutnya. Dan jangan lupa gunakan lagi foreplay dan touching the G-Spot, posisi yang berbeda juga akan menghilangkan kejenuhan.
EMPAT
Jika kita sering ML dengan posisi yang itu-itu aja dan hasilnya sama yaitu nggak bisa orgasme, bilang sama pasangannya. Mungkin perlu dicoba posisi atau teknik-teknik baru (asal tidak melanggar perintah agama) yang memungkinkan dicapainya orgasme. Bereksperimen dalam hal posisi juga sah-sah saja apalagi kalau sudah resmi menjadi suami istri.

Orgasme bukan monopoli kaum cowok aja, oleh karena itu baik cowok maupun cewek memiliki hak yang sama buat ngalamin orgasme. Selalu berkomunikasi dengan pasangan akan menghindarkan kita dari kepura-puraan yang justru akan merugikan kita sendiri. Jangan jadikan kultur sebagai pembenaran dari kepura-puraan kita. Dengan keterbukaan semuanya dapat dinikmati bersama dan kedua belah pihak akan merasakan kenikmatan yang sama pula. Teruslah bereksplorasi dan memeperkaya pengetahuan kita.

Rabu, 02 April 2008

PERJANJIAN SAMA TUHAN

Malem udah beranjak pagi tapi gue masih nggak bisa tidur. Semua buku dah gue baca, makan biar kenyang, dengerin musik mellow, tapi tetep kantuk nggak juga menerkam mata gue. Iseng-iseng gue nyoba menelaah diri gue, ya sekedar merefleksikan apa yang udah terjadi sama hidup gue selama ini.

Mungkin dulu sebelum gue lahir ke dunia yang hingar bingar ini, Tuhan udah bikin semacam perjanjian. Perjanjian yang udah disepakati antara Tuhan sama ruh gue dan bakal terealisasi selama gue hidup di dunia. Sebenernya perjanjian itu rekaan gue aja, hasil ngayal di tengah malam buta saat ngantuk nggak juga tiba. Sebelumnya gue minta ampun sama Tuhan, nggak maksud mendahului atau mereka-reka takdirMu.

PERJANJIAN ANTARA AKU DAN TUHAN (tanda tangan di atas materai nggak yah?)
SATU
Tuhan beri gue otak cemerlang, selalu sekolah di sekolah negeri, selalu jadi juara kelas, kuliah sampai S2, cum laude di tingkat S1 dan S2, tapi Tuhan nggak beri gue mudah dalam dapetin pekerjaan.
DUA
Tuhan beri gue keluarga yang mapan, bokap dan nyokap dengan penghasilan lumayan, semua fasilitas hidup tersedia, tapi Tuhan gak beri gue mudah dalam mendapatkan penghasilan sendiri.
TIGA
Tuhan ngasih gue banyak temen-temen yang pengertian, yang berada di sekitar mereka selalu bikin gue merasa nyaman, tapi Tuhan gak ngasih gue mudah dalam mendapatkan cinta dan pasangan.
EMPAT
Tuhan ngasih gue kelebihan di mulut. Dari mulut gue bisa keluar apa aja, dari mulai sesuatu yang berkualitas, doa, sampai kata-kata sampah. Buat hal itu Tuhan minta bayaran dengan ngasih gue ketidakpercayaan diri dan selalu ragu-ragu.
LIMA
Tuhan beri gue banyak kesempatan buat merasakan keindahan dunia lewat tangan sahabat-sahabat yang tercipta, sebagai konsekuensinya Tuhan beri gue perasaan selalu kesepian, bahkan dalam keramaian.
ENAM
Tuhan ngasih gue perasaan mudah jatuh cinta, tapi Tuhan bikin gue banyak disakiti
TUJUH
Tuhan bakal mempermudah gue dalam mencapai apa yang gak gue dapet di poin satu sampai enam asal gue senantiasa berdoa dan selalu berada di jalannya.

Gue jadi kepikiran dan tambah nggak bisa tidur. Daripada nggak bisa tidur gini, mending gue nyari lembar penjanjian itu kali yah?! Kalo ketemu, besok gue mau ke notaris ah buat sedikit mengubah isi perjanjiannya. Sapa tau biayanya nggak mahal.

Kok tiba-tiba gelap yah……Ternyata gue keburu tidur sebelom berhasil menemukan lembar perjanjiannya. Yaaaaaaaaa……..tinggal terima nasib berarti.

Bandung 1 April 2008 jam 02.00 subuh

HARI MENCURI SEDUNIA

Gue ngirim SMS ke temen-temen gue, bikin semacam pooling. Tujuannya cuma pengen tahu aja gimana tanggapan mereka tentang gue terutama tentang kelebihan gue menurut mereka. Bunyi poolingnya begini : “ Kalau hari ini adalah hari mencuri sedunia, apa yang akan kamu curi dari aku?”

Jawaban mereka beraneka ragam, dan ini jawaban-jawaban mereka:

[1] Anit brekele
Dulu aku pengen nyuri sprei gambar sapi kamu, tapi sekarang aku pengen mencuri semua kebahagiaan kamu.
[2] Mei
Nggak ada, soalnya aku sudah berhasil mencuri hatimu
[3] Ceuceu
Gw pengen nyuri semua duit lo
[4] Yuli dangdut
Aku pengen nyuri your master degree. Alasannya bisa pinter instant tanpa sekolah lagi
[5] Aulia
Aku mau nyuri kecerdasan kamu, tulisan kamu yang rapi, kemampuan komunikasi kamu yang tinggi, trus PeDe kamu yang kayak orang narsis gak jelas.
[6] Tresa
Gw mo nyuri otak lo, ceria lo yang kayaknya gak pernah sedih dan pastinya PeDe lo yang nomor wahid. Yang paling pengen gw curi adalah sifat setia lo yang setia nunggu gw dapat pasangan hidup
[7] Nur
Lo lagi krisis identitas yah? Gw gak ngerti maksud lo apa. Tau ah…..
[8] Aldo
Kamu pasti tahu apa yang pengen banget aku curi dari kamu. Sesuatu yang nggak bisa diraba, tapi bisa dirasakan. Kepedulainmu padanya.
[9] Christian
Gw pengen nyuri koleksi kondom lo, apalagi yang bergerigi dan berduri
[10] Herman
Gue pengen nyuri kepinteran yang lo miliki. Inget ya Cuma kepinteran lo doang, nggak pake sifat egois lo yang berlebihan!
[11] Anton
Gue pasti bakalan nyuri tas gembel lo yang lo beli di Singapur. Meskipun bukan hari mencuri sedunia, gue pasti tetep bakal nyuri tas itu. Liat aja, tinggal tunggu waktu. Hehehe
[12] Dicky
Aku hanya ingin mencuri perhatianmu. Nggak lebih nggak kurang
[13] Nita
Gue pengen nyuri ijazah lo yang ada cap gajah duduknya. Nggak nyuri deh, barter aja yah sama ijazah gue!
[14] Albert
Gue pengen nyuri sebagian temen-temen lo yang nggak bisa gue gapai. Sirik deh liat kebersamaan lo sama mereka.
[15] Edward
Gue pengen nyuri keteguhan hati lo buat nggak ngerokok
[16] Emil
Aku pengen nyuri mobilmu, koleksi kaosmu, koleksi Parfummu, koleksi sepatumu, pokoknya semuanya kecuali koleksi perangkomu. Nggak penting.Hehehehe
[17] Rika
Gue pengen nyuri kenarsisan lo yang kadang berlebihan juga. Tapi gue tetep suka.
[18] Wini
Aku ingin mencuri masa mudamu, secara masa mudaku udah lewat dari jaman kapan tau. Tong seuri siah!!!
[19] Diana
Nggak ada yang pengen gue curi. Selain emang gak ada barang ato sifat lo yang bagus, mencuri juga kan dilarang oleh agama. Masuk neraka baru nyaho!
[20] Ilham
Gue pengen nyuri lo, gue bawa ke suatu tempat terus gue jadiin lo sebagai……..


Ok, gue jadi tahu bagian mana dari diri gue yang bikin orang pengen memilikinya. Nggak ada maksud apa-apa lho, cuma iseng aja. Sekedar merefleksikan kelebihan yang orang liat dari diri gue. Nggak peduli kelebihan yang mereka anggap baik atau kelebihan yang mereka anggap buruk. Balik lagi ke niat, just for fun! Thanks ya Guys! It mean so much for me, I meant it!

USE PROTECTION!

Hampir setiap hari bergelut dengan yang namanya aktivitas di klinik bersalin, banyak memberikan pelajaran hidup. Berkaca dari pengalaman orang lain yang kadang membuat gue geli sendiri, nahan tawa, miris, sedih bahkan tak jarang meneteskan air mata ternyata mampu memperkaya khasanah kebatinan jiwa. Mengamati kehidupan pasangan-pasangan muda yang “ajaib” kadang gue suka ngomong sama hati gue sendiri. “ Apa kabar hidup gue?”

Banyak hal-hal yang gak gue ngerti sama keputusan yang udah mereka ambil waktu mutusin buat make out without protection. Halooooo, sekarang kondom udah kaya kacang goreng kali, dijual bebas. Nggak perlu malu buat beli and terutama menggunakannya. Jangan terbentur mitos yang bilang kalo pake kondom rasanya jadi gak enak, such a bulshit. Kalaupun jadi “nggak enak” pikirkan keuntungannya, pasangan lo nggak akan hamil kecuali kondom yang lo pake bocor atau udah expired (ada yang tau gak expired time nya kondom berapa lama?). Yang masih jadi pertanyaan besar di benak gue, emang bener yah kalo pake kondom rasanya jadi nggak enak? Bukannya kondom itu tipis, bahkan ada produk yang ngasih tagline “saking tipisnya berasa nggak pake”. Tapi kalo tipis-tipis banget juga kan ngeri, gimana kalo sobek pas penetrasi. I cant imagine.

Kadang masih ada yang pro kontra sama keberadaan kondom yang dijual bebas di pasaran. Yang kontra bilang kalo kondom di jual bebas berarti seperti mengeluarkan legitimasi terhadap sex bebas di kalangan remaja. Bisa nyaman ngelakuin sex kapan aja tanpa adanya ketakutan. Tapi yang pro juga gak kalah keras ngeluarin argumen, bukan nganjurin buat sex bebas tapi kalau udah gak tahan lagi ya setidaknya do it safe katanya. Gue termasuk orang yang pro, bukan karena gue penganut sex bebas tapi karena melihat gejala kehidupan remaja sekarang ini. Gila, anak kelas 3 SMP aja udah hamil sama temen sekelasnya. 3 SMP bouw! Kalo gue sih umur segitu belom meletek kali. Gue sadar, gue emang telat meleteknya. Where have I been?

KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN KONDOM:
SATU. The biggest benefit in using condom is avoid pregnancy. Keuntungan ini yang banyak diamini oleh banyak pasangan yang belom merit tapi melakukan sex bebas.
DUA. Dengan menggunakan kondom, lo tetep bisa ngeluarinnya di “dalem”. Lo gak musti mikirin musti meng”cut” penetrasi alias ngelakuin coitus interuptus.
TIGA. Lo bakalan lebih nyaman karena pikiran lo gak kebagi sama ketakutan bikin pasangan lo hamil.
EMPAT. Terhindar dari ejakulasi dini karena kenyamanan tadi (nomor 3). Ejakulasi dini pada remaja/dewasa muda yang belom merit disebabkan karena adanya perasaan tidak aman. Perasaan aman dapat diperoleh karena penggunaan kondom
LIMA. Lo bisa ngerasain sensasi barang lo dipegang sama pasangan lo karena biasanya yang pakein kondom itu pasangan kita.
ENAM. Terhindar dari Penyakit Menular Seksual (PMS), apalagi buat lo semua yang seneng “jajan” ato ganti-ganti pasangan.

Gua gak nganjurin lo buat ngelakuin sex bebas tapi gue juga gak akan melarang lo buat melakukannya. Hidup lo, lo juga yang bertanggung jawab. Setidaknya Do it safe, Use Protection! Ingat, ketika lo mutusin buat ngelakuin sex artinya lo udah tahu bahwa resikonya bakal lo tanggung sendiri. Just act like adult…be responsible! At least to yourself, to your partner, to your family, to your social environment and to your God.

WRONG CALLING

Udah sering banget gue ngedenger dan nyaksiin temen-temen gue ngelakuin kesalahan dalam hal ngungkapin sesuatu. Sebenernya mungkin hal itu lumrah terjadi, tapi yang ini beda soalnya dilakuin pada saat sedang tipsi atau ketinggian alias mabuk berat. Bukan mabuk perjalanan tapi ya, meskipun suka diakhirin dengan hal yang sama yaitu muntah. Kadang gue nggak habis pikir kok bisa yah tipsi sampe muntah kan malu-maluin dunia pergaulan. Kalo memang nggak biasa tipsi berat nggak usah minum banyak-banyak atuh, nggak usah pengen keliatan hebat. Ingat, minuman memabukkan itu haram jadi kalo minum nggak sampe mabuk nggak haram kali ya? Tetep sih gue rasa, tapi……..:)

Wrong calling itu istilah yang beredar di komunitas anak-anak pergaulan malam. Biasanya kalo memang lagi tipsi kita suka lupa sama segalanya. Bikin lupa daratan, dan seringnya mengungkapkan hal-hal konyol yang tidak disadari. Ya kalo gue sih ngedengernya suka geli sendiri, kok bisa yah kejadian kayak gitu berlangsung. Gebleg banget deh kalo dipikir-pikir. Gue mo nyeritain beberapa wrong calling yang udah dilakuin temen-temen gue. Just for sharing and for fun, lucu-lucuan doank. Mentertawakan diri sendiri itu kan baik, bikin kita jadi waras.

Aldo’s story :
Kejadiannya udah agak lama sih di salah satu tempat clubbing paling megang di Jakarta. Waktu dia lagi tipsi berat, gue liat dia nerima telpon trus dia bilang sama kita-kita kalo ayah salah satu temen baiknya meninggal. Malem itu juga dia minta kita anterin ke rumah temennya itu. Kita udah berusaha nyegah sih soalnya dia lagi ngawur banget, tapi dia tetep maksa. Walhasil ketika kita nyampe di rumah temannya itu, dia langsung nyamperin temen baiknya, meluk dan bilang : “Minal Aidzin Wal Faidzin Ya Bro……” Gue sama temen-temen yang lain berusaha nahan ketawa, maklum lagi banyak orang dan si Aldo ngomongnya pake kenceng lagi. Temennya si Aldo itu cuma bisa bengong ngedenger apa yang disampein si Aldo sambil blushing gitu, malu sendiri. Sementara si Aldo cuek aja kaya sapi dongo. Gue rasa semua tamu ngomongin kita deh, tenar sih tenar tapi gak gitu juga kali ya caranya. Dasar sinting…..!

Andre’s story :
Kejadiannya di Bandung pas salah satu temen kita ulang tahun. Open bottle seperti biasa. Kuenya sih boleh black forrest tapi minumannya tetep Jack daniels. Ceritanya si Andre itu baru pertama kali minum tapi lagunya kayak orang yang udah gape aja. Mungkin niatnya mau pamer, tapi malah konyol. Tipsi berat gak karuan. Malem itu tiba-tiba ada pemeriksaan KTP oleh polisi, gue pikir sih polisi-polisi itu lagi nyari duit tambahan karena biasanya kalo ada yang ke gap gak bawa KTP pas udah didata trus bayar juga langsung dilepas di tempat kok, jadi jangan khawatir masuk bui. Cemen itu mah. Hehehe. Pas ada razia itu, kayaknya ada stasiun televisi lokal yang ngeliput soalnya ada lampu dan kamera yang eksis. Refleks donk kita semua nutupin muka, reputasi gitu lho! Nggak lucu aja kalo besok di siaran berita ada muka gue nongol lagi kena razia di diskotik. Beda sama si Andre, dia tanpa tedeng aleng-aleng langsung ngedeketin kameramennya dan bilang : “ Lagi ada syuting sinetron dadakan ya Mas? Boleh dong kita ikut tampil, jadi cameo juga gak apa-apa. Kita kasih gratis deh!” Waduh….bikin malu tuh orang satu, Gebleg!

Remi’s story :
Gue lupa tepatnya kapan kejadian ini, tapi yang pasti sampe kapanpun gue kayaknya gak bakalan lupa sama this embarrassing moments. Jum’at ceria seperti biasa gue sama temen-temen gue menjajal dunia pergaulan, tapi waktu itu kita gak pulang subuh seperti biasa. Salah satu temen kita yang namanya Remi udah keburu tipsi berat jadi kita mutusin buat pulang cepet ( pulang clubbing jam 1 bisa disebut pulang cepet gak ya?). Di mobil, si Remi duduk paling depan soalnya temen gue yang ajaib ini kalo duduk di mobil selalu pengen paling depan, gak tau kenapa. Gak mobil dia ato mobil orang tetep dia bakalan langsung duduk di depan. Kalo mobil dia pastinya duduk di depan, kan dia nyetir. Bego yah gue. Waktu itu Jason yang nyetir, dan kita lagi apes soalnya di salah satu jalan lagi ada razia. Sebenernya razia itu biasa dan udah sering kena, paling Cuma periksa surat-surat doank trus dibolehin pergi, jadi waktu itu juga kita biasa-biasa aja. Pas polisi nyuruh ke pinggir, Jason langsung buka jendela donk, dan senyum sama tuh bapak polisi. Waktu polisinya minta kelengkapan surat-suratnya tiba-tiba si Remi yang duduk sebelah Jason bilang, “ Aduh, ada apaan sih pak? Kita lagi buru-buru nih. Nggak liat apa kalo kita lagi mau nganterin orang yang mau ngelahirin!Kalo berojol di jalan bapak tanggung jawab yah!” Remi nyerocos sambil nunjuk ke bangku belakang, tepatnya ke arah gue. Refleks si polisi nyenter bangku belakang, dan gue cuman bisa mesem-mesem salah tingkah sambil bilang “ Maaf pak, temen saya lagi mabuk jadi ngomongnya ngasal. Maaf yah Pak”. Ancurrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr…………

Terkadang kelucuan-kelucuan itu sering terjadi sama hidup kita. Disadari atau tidak, kita sering bertindak sebagai pelawak di kehidupan kita. Ya gak apa-apa selama tidak merugikan orang lain dan tetap jadi diri sendiri. Hidup ini kadang gak selalu mulus jadi kalo kita sewaktu-waktu mentertawakan diri sendiri itu akan menjadi hiburan tersendiri. Tertawalah karena tertawa bukan hanya hak prerogatif orang-orang gak waras, tapi justru dengan tertawa kita senantiasa menjaga kewarasan kita.

GRAMEDIA OH GRAMEDIA

Bandung, 16 Maret 2008

Hari ini gue pengen nangis, sedih. Gue sedikit meratapi nasib yang lagi-lagi gak berpihak sama gue. Sebenernya gue udah sering ngalamin hal-hal pahit dalam hidup ini jadi harusnya kalo nambah lagi satu kan wajar, cuma nambah panjang daftarnya aja. Tapi tetep aja hari ini hati gue sesek, rasanya gue kembali menjadi seorang pecundang yang lagi-lagi dipecundangi sesuatu yang bernama nasib dan keberuntungan. Keberuntungan gue kali ini nggak lari mendekat tapi menjauh, dan nasib mengoyak dan merobek hati gue buat yang kesekian kalinya.

Hari ini mendung, persis kayak perasaan gue waktu baca email dari gramedia. Gue musti ngadepin kenyataan kalo gue gagal seleksi buat jadi Management Trainee di perusahaan retail terbesar di Indonesia ini. Sebetulnya gagal dalam seleksi pekerjaan kan merupakan hal yang biasa, gue paham banget. Tapi kalau gagal setelah melewati empat tahapan tes, dan tinggal selangkah lagi menuju gerbang kemenangan rasanya kayak langit runtuh nimpa kepala. Gue yakin kalo menurut Tuhan itu bukan jalan terbaik buat gue, dan Tuhan menyelamatkan gue dari sesuatu kalo misalnya gue keterima kerja di sana. Gue yakin betul. Tapi kadang keyakinan tidak selaras dengan nalar, rasanya pengen marah, pengan menggugat. Dari yang awalnya cuma nothing to loose kan jadinya ngarep kalo udah empat kali tes. Bayangin, empat kali tes dan empat kali pula bolak-balik ke Jakarta. Ya mungkin bukan rezeki gue aja kali, gue yakin Tuhan masih punya skenario indah yang udah dipersiapkan buat gue. Sekedar mengenang, ini adalah perjalan gue selama empat kali tes.

15 Januari 2008
Gue ngejalanin psikotes lengkap dan tes materi. Maksudnya psikotes lengkap itu plus ada tugas gambarnya, dapet salam dari gambar pohon and gambar orang, hehehehe. Gue kan paling gak bisa gambar, jadi gambarnya seadaanya mana pake pinsil 2B lagi padahal mustinya pake pinsil HB tapi berhubung gue gak bawa ya udah pasrah. Tesnya di Jl. Palmerah Selatan. Buat tes hari itu gue izin sakit boongan dari perusaan tempat gue kerja, white lies (wae). Yang paling edan tes materinya donk….ekonomi banget. Masa gue bisnis retail aja gak bisa jawab, bikin bisnis plan apalagi. Mengarang indah judulnya. Hari itu yang tes 105 orang, S2 semua. Kalo ngeliat tes materinya gue langsung yakin kalo gue bakalan gugur di tes pertama, wajar gue pikir (waktu itu).

28 Januari 2008
Nggak disangka nggak dinyana ternyata gue lolos di tes pertama, like a miracle. Hari ini tes tahap dua, sistemnya Focus Group Discussion (FGD). Tau tuh tes apaan, baru denger and nyoba gue sistem tes ini. Ternyata tes ini diskusi kelompok, jadi ada permasalahan yang dikemukakan dan kita disuruh mencari jalan keluarnya melalui diskusi. Satu kelompok 6 orang, dan yang lolos ke tahap ini 42 orang. Gila, berarti gue lumayan pinter kali yah kalo dari 105 masih lolos ke 42 (tetep narsis). Sebenernya permasalahannya juga tentang ekonomi dan perbisnisan yang gue blank banget, tapi kalo ngebacot kan kerjaan gue banget so gue asal keliatan aktif aja, bacot sana bacot sini. Yang penting bikin jurinya terkesan. I love for being me at that time, meski tetep gak pede sama hasilnya. Yang penting usaha. Tes FGD masih diadakan di JL. Palmerah Selatan dan buat tes kali ini gue boong lagi ke kantor, izin apa ya gue lupa waktu itu. White lies (I hope)

18 Februari 2008
Alhamdulillah gue lolos lagi. Dari 42 tinggal 20, bikin bangga deh, hehehehe. Tes kali ini agak-agak ngebetein soalnya gue udah dua kali dicancel coba. Awalnya gue dijadwalin interview tanggal 14, pas gue udah mo berangkat dicancel. Katanya interviewernya ada halangan jadi gak bisa dateng dan direschedule tgl 15. Eh besoknya pas gue mo mandi siap-siap dicancel lagi, jadinya tanggal 18. Ugh, now I know that was a sign, semacam pertanda. Hari itu gue interview sama manager SDM, orangnya gendut banget terutama perutnya. Buncit bener. Gue pikir bakal ditanya soal ekonomi lagi tapi ternyata lebih ke profil diri, malah dia tertarik banget sama tesis gue. Katanya bisa dipake buat dia diet. Ternyata dia pengen kurus juga, thanks God! Interview kali ini diadain di Gd Perintis, Jl Kebahagiaan Jakarta Barat.

29 Februari 2008
Di tes kemaren nggak ada eleminasi, jadi tes keempat tetep diikutin sama 20 orang peserta. Hari ini dijadwalin buat interview sama direktur utama dan direktur SDM. Nunggunya cape bouw, dijadwalin dimulai jam 9 tapi baru mulai jam 10 lebih. Cape deh, mana gue giliran ke-3, mana jum’at, mana tahun kabisat (yang ini mah gak nyambung!). Interviewnya pake bahasa inggris donk….Sebenernya nggak masalah sih tapi topiknya itu yang bikin gue mati kutu gak bisa jawab. Ekonomi sekali, gue ditanya BI Rates, trus perekonomian global di Indonesia. Mana gue tahu yah….Bener-bener speechless gue, memalukan. Asli abis interview yang ini gue cuma bisa berdoa semoga ada keajaiban, semoga ada bantuan dari tangan-tangan yang tak teraba. Yang bikin gue bete di interview kali ini adalah ekspresi kedua interviewer itu, masa tiap gue kelar jawab satu pertanyaan mereka selalu berpandangan sekilas trus senyum sinis. Insting gue bilang, mungkin pas mereka berpandangan sekilas itu mereka bertelepati sambil bilang “ Jangan yang ini ah, nggak banget, nggak mutu”. Intinya menyebalkan dan bikin mental gue drop.

16 Maret 2008
Setelah nunggu hampir 3 minggu nggak ada kabar beritanya akhirnya gue menerima kenyataan pahit. Gue dapet email yang isinya ngabarin kalo gue belom bisa bergabung dengan perusahaan itu. Bener-bener pengen nagis gue, soalnya udah ngarep banget. Ternyata yang diterima cuma 10 orang aja, nggak termasuk gue. Pupus sirna harapan gue yang udah keburu terkembang, ciut lagi layar hidup gue. Gelap.

Kadang manusia cuma bisa berharap dan berusaha tapi Tuhan punya kuasa. Ketika Dia menghendaki sesuatu maka manusia nggak bisa apa-apa meski sudah berusaha sekuat tenaga. Gue belajar dari pengalaman ini bahwa ya itu dia tadi, di hadapan Tuhan manusia memang mahluk tak berdaya, kalau menurut Tuhan belum waktunya maka nggak bakalan terjadi. Tuhan aku kini hanya berharap agar peristiwa ini tidak menjadikanku jauh dari Mu tapi justru mendekatkan aku padaMu. Buatlah aku selalu meniti jalan menuju ke arahMu meskipun itu perih dan berbatu. Amien.