Halaman

Sabtu, 07 Juni 2008

PINDAH KERJA

PINDAH KERJA

Akhirnya gue pindah kerja lagi. Temen-temen gue pasti bosen denger gue pindah kerja lagi. Ya gimana, bukankah tujuan hidup kita adalah mencari sesuatu yang lebih baik. Meski nggak perlu pindah-pindah kerja terus sih sebenernya. Males pindahannya. Aplagi tipikal cowok ribet kayak gue, semuanya berasa penting so semua barang musti dibawa pindahan. Berat maneh……

Sallary yang lebih gede sebagai jaminan hidup yang lebih layak kadang menjadi alasan gue buat pindah-pindah kerja. Pokoknya cv gue ancur deh di bagian “work experience”. Nggak ada yang bertahan lama. Kutukan kali yah…atau mental gue aja yang kutu loncat. Denial gue seh selalu belum menemukan pekerjaan yang cocok. Cocok dengan apa? Entahlah.

Kali ini perusahaan gue namanya XXX (censored), anak perusahaannya YYY (censored). Pasti nggak pada kenal yah? Gue juga seh awalnya. YYY itu perusahaan yang bergerak di bidang chemical & coating industry. Cat kayu kebanyakan. Perusahannya meski nggak begitu familiar, tapi lumayan gede lho. Karyawannya aja mencapai 2500 orang. Kalau XXX bergerak di bidang organic food processing. Perusahaan baru.

Berawal dari lamaran gue di bulan januari, waktu gue masih kerja di Bogor. Lama nggak ada follow up, makanya gue pikir pasti di”ignore” seperti biasa. Ya life kan fun games, iseng-iseng aja, siapa tahu menang. Hehehe. Ternyata iya, akhir april gue dapet panggilan interview ke Jakarta. Waktu yang ngehubungin bilang dari propan raya, gue sempet bingung. Lupa. Yang mana yach?

Interviewnya di kompleks roxy mas. Bukannya itu sentra handphone? Jangan-jangan gue jobdesnya nungguin gerai Hp. Gebleg. Hari sabtu donk interviewnya, unordinary day for job interview right? Mana jam 4 sore. Tapi ya kembali ke fun games tadi. Siapa tahu lagi beruntung dan menang.

Yang interview pertama bapak-bapak (aki-aki sebenernya), yang belakang gue tahu kalo dia presiden direktur YYY. Interview dasar gitu, nggak pake lama. Paling banter 10 menit doank. Lebih ke profil diri. Gue disuruh nunggu interviewer kedua, yang ternyata istrinya. Hah….Family business? Gue kan ada sedikit trauma sama family business. Nggak pengen masuk jerat yang sama dua kali. No more. Ternyata nggak, lakinya presiden direktur perusahaan cat, istrinya direktur perusahaan food. Thans God.

Interview sama ibunya berasa siding. Materi abis. Dia ngejar-ngejar gue soal teknologi fermentasi. Bacot sih keahlian gue, jadi selama interview gue ngebacot sana-sini. Just for showing my anthusiasm and my intelegence. And it works. Ibunya nampak tertaik gitu sama gue (sapa sih yang gak tertarik ma gue? …teuteup). Diakhir interview mereka menjadwalkan gue buat ke Tangerang for next step. Dan mereka berdua ngasih kartu nama lho…such a good sign.

Gue dijadwalin ke tangerang dua minggu lagi, tapi donk….hari selasa gue udah disuruh kesana. Itupun gue dapet infonya waktu gue masih di travel, pulang dari interview pertama itu. Ibu bos yang langsung sms gue. What?!

Waktu gue ke tangerang hari selasa itu, gue ketemu ibunya dan diajak jalan-jalan ngeliat labnya. Setelah itu yang bikin gue kaget, dia nyuruh gue baca surat kontrak. Udah jadi aja gitu yah surat kontak gue. Nego gaji aja belom. Akhirnya gue menyebutkan sejumlah angka dan dia langsung approved. Alhamdulillah. Yang bikin gue tambah shock, gue langsung diminta kerja hari senen besok. W-H-A-T? that soon? Dia bilang psikotesnya nyusul aja….aneh.

Tangerang, 12 Mei 2008 akhirnya menjadi pelabuhan pencarian jati diri gue selanjutnya. Akankah bertahan? Mudah-mudahan. Semoga ini pekerjaan yang gue cari selama ini. Amien.

Tidak ada komentar: