Sabtu, 27 Desember 2008

My Birthday


Ribuan detik kuhabisi
Jalanan lenggang kutentang
Oh, gelapnya, tiada yang buka
Adakah dunia mengerti?

Milyaran panah jarak kita
Tak juga tumbuh sayapku
Satu-satunya cara yang ada
Gelombang tuk ku bicara

Tahanlah, wahai waktu
Ada “Selamat Ulang Tahun”
Yang harus tiba tepat waktunya
Untuk dia yang terjaga menantinya

Tengah malamnya lewat sudah
Tiada kejutan tersisa
Aku terlunta, tanpa sarana
Saluran tuk ku bicara

-Selamat Ulang Tahun, Dewi Lestari-

My Gosh, waktu berlalu begitu cepat. Tiba-tiba aku kembali ke titik ini. Titik dimana dua puluh sekian tahun yang lalu aku dilahirkan. Malam ini ketika waktu serasa berputar kembali ke titik itu, tak ada yang bisa kuucapkan selain rasa syukur pada Sang Ilahi, yang sudah memberiku kesempatan untuk hidup sampai saat ini.

Tak ada keinginan untuk merayakannya dengan menghentak lantai dansa seperti biasanya, tak ingin berhura-hura ngobrol di kafe sampai pagi, tak ingin keliling-keliling Bandung tanpa tujuan yang jelas hanya sekedar untuk membunuh waktu dan merayakan sesuatu atas nama ulang tahun. Tahun ini aku hanya ingin diam. Menikmati sepotong kue tart dalam perasaan sederhana.

Di ulang tahunku kali ini aku ingin merefleksikan diri atas apa yang sudah terjadi. Mencoba menghayati arti kehadiranku di dunia ini. Bukan ingin bersedih atau mellow, aku hanya tersadar bahwa ternyata usiaku sudah tidak semuda dulu. Kedewasaan akan menghadang meskipun kenyataannya sudah mengahadang dari beberapa tahun yang lalu. Tapi boys will be boys. Aku akan tetap menjadi aku yang seperti ini. Sampai kapanpun.

Terima kasih teman, karib, kolega, keluarga yang sudah memanjatkan doa di hari jadiku kali ini. Tolong jangan berhenti menguntai doa buat aku. Jangan berhenti mendoakan aku untuk menjadi orang yang lebih baik dari tahun ke tahunnya. Maaf juga tak ada pesta tahun ini.

Semoga di usiaku yang sekarang ini aku terlahir menjadi manusia baru dengan perilaku yang lebih baik. Tidak sering menyakiti banyak orang (yang seringnya aku tak sadar). Menjadi anak yang lebih berbakti buat orang tuaku. Dan menjadi umat yang lebih taat kepada agama dan Tuhanku. Amien.

Sekali lagi, maafkan aku tak akan ada pesta tahun ini.

Tidak ada komentar: