Senin, 06 Oktober 2008

HILANG INGATAN

Menghilanglah dari kehidupanku
Enyahlah dari hati yang tlah hancur
Kehadiranmu kian menyiksaku
Biarkan disini kumenyendiri

Pergilah bersamanya disana
Dengan dia yang ada segalanya
Bersenang-senanglah sepuasnya
Biarkan disini kumenyendiri

Terlintas keinginan tuk dapat
Hilang ingatan agar semua terlupakan
Dan kuberlari sekencang-kencangnya
Tuk melupakanmu yang tlah berpaling

Disini……Kembali
Kau hadirkan ingatan yang seharusnya kulupakan
Dan kuhancurkan adanya

Letih disini…..Kuingin Hilang Ingatan


Syair lagu dari Rocket Rockers, band asal Bandung yang belakangan ini lagi gue suka banget. Kenapa gue suka? Karena temanya dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Kehidupan gue tepatnya.

Ketika ada hal yang tidak menyenangkan terjadi sama gue, yang pertama gue ingin lakuin adalah hilang ingatan. Gue berharap dengan hilang ingatan, gue bisa mengubur semua kenangan tentang seseorang yang sudah melangkah pergi, meninggalkan bekas luka. Jejak air mata.

Lagu ini memang pantes jadi tema hidup gue bulan ini. Song of the month gitu deh. Masalahnya gue sekarang juga lagi kepengen hilang ingatan. Nggak semua ingatan gue tapi, cuman ingatan-ingatan yang melingkarkan gue sama dia dalam kisaran waktu dulu. Waktu gue masih bisa dibego-begoin, waktu gue masih dibutakan oleh cinta semu bertopengkan kesejatian.

Gue sebenernya sudah memaafkan dia, bahkan dari sejak dia menyakiti gue. Hanya saja, gue orang yang bisa memaafkan tapi tidak mudah melupakan. Apalagi mengenai pengkhianatan. Rasanya sakit, dan rasa sakit itu akan mengendap sampai kapanpun, nggak bisa hilang. Jadi ketika terjadi goncangan, endapan itu akan kembali mengapung. Mengungkit rasa sakit yang dulu ada.

Makanya ketika si dokter UKI itu datang lagi, ngucapin sayang lagi, dan berjanji akan berubah bukannya gue luluh, gue malah disadarkan dan diingatkan pada rasa sakit yang pernah ditimbulkannya. Sudah teramat sangat tidak pantas dokter itu menggugat rasa sayang yang dulu pernah disia-siakannya sendiri. Untuk apa datang lagi kalau hanya sekedar untuk mengungkit luka lama, cerita lalu. Gue hanya ingin hilang ingatan saat ini.

Kehadiranmu hanya menghadirkan ingatan yang seharusnya gue lupakan, dan itu sakit. Gue bukan tipe orang yang gemar membongkar-bongkar barang lama meskipun rasa baru. Karena barang lama tetap menghadirkan memori, dan tidak selamanya membongkar memori itu menyenangkan. Dibutuhkan usaha lebih selain keberanian untuk merasakan sakit yang dulu ada. Hai Dokter, berhentilah datang. Aku benar-benar ingin hilang ingatan.

Tidak ada komentar: