Selasa, 01 Mei 2012

Saya Kembali (Lagi)

Hai, saya datang lagi!

Datang lagi? Bukankah kemarin katanya semua cerita sudah menemui ujung kebuntuan sehingga diterminasi tanpa penjelasan? Bukankah kemarin dipaparkan bahwa ketika sudah tidak ada pilihan lain maka perpisahan menjadi jalan satu-satunya yang harus diambil dengan alasan kebaikan banyak orang?

Bukankah kemarin taman aksara genap berpamitan?

Saya yakin akan banyak pertanyaan bernada serupa. Entah memang mempertanyakan atau malah ujung-ujungnya membuat sebuah penghakiman. Tapi biar saya jelaskan. Boleh didengarkan atau diabaikan. Terserah. Hanya saja saya merasa memiliki kewajiban untuk menjelaskan apa yang kemarin terjadi sampai saya memutuskan untuk menamatkan taman aksara sementara. Sementara?? Iya tentu saja sementara karena buat saya berhenti menulis sama saja dengan meregang nyawa secara paksa. Mematikan sumber dari apa yang membuat saya hidup dalam dunia penuh warna.

Apa yang saya lakukan kemarin adalah hasil saya berguru pada sebatang ilalang. Gulma paling kuat yang pernah saya temui. Tanaman pengganggu yang justru tidak pernah terganggu oleh keadaan iklim di tempat dia menyemai anakan. Ketika cuaca mendukung dia berkembang tidak tahu aturan, tapi ketika cuaca tidak menguntungkan, dia pura-pura mati. Pura-pura karena sebenarnya dia hanya meranggaskan bagian tubuhnya yang kelihatan, mengurangi terdedahnya organ tubuh pada ancaman. Tapi coba bongkar tanah disekitaran dia pernah mengumbar mimpi, disana akan ditemukan primordial-primordial baru dimana ilalang menyimpan tenaga. Kekuatan yang akan dia keluarkan ketika cuaca kembali bersahabat. Menuntaskan janji.

Itu yang saya lakukan kemarin. Meranggaskan sementara apa yang terlihat karena kondisi tidak sedang memungkinkan untuk saya menggagas sebuah cerita atau drama. Lingkungan memaksa saya untuk menarik diri dari peredaran kata, tapi bukan berarti saya berhenti total menulis. Saya menulis, bahkan lebih banyak dari saya menulis hari-hari biasanya. Hanya saja saya menulis pada ranah yang berbeda. Ilmiah dan bukannya drama.

Sebulan belakangan ini saya sedang disibukan dengan skema penilaian angka kredit di tempat saya bekerja. Dan untuk dinilai saya harus membuat tulisan-tulisan ilmiah dalam bentuk makalah yang kemudian saya harus juga submitt ke berbagai jurnal ilmiah terakreditasi. Rutinitas ini mencuri paksa hampir seluruh malam-malam saya. Dan agar tidak merasa beban karena banyak yang bertanya mana update-an blog maka saya memutuskan untuk menyudahinya sementara. Membuatnya tamat sejenak.

Terdengar drama? Oh tentu saja. Hidup saya memang drama banyak babak. Jadi meskipun beban pekerjaan saya sedang banyak-banyaknya, saya tetap memuja drama. Tapi taman aksara memang panggung drama, jadi saya merasa tidak salah ketika memainkan drama di dalamnya. Itu menurut pendapat saya. Bukankah taman juga memang sebuah tempat yang dicipta untuk bermain? Jadi sah-sah saja kalau misalnya ada yang mau bermain disini. Mengenyahkan kebosanan.

Karena di postingan terakhir saya resmi menamatkan, maka di postingan ini juga saya memiliki kewajiban untuk membukanya kembali. Kalau ada yang marah dan merasa dipermainkan, saya mohon untuk dimaafkan. Kalau ada yang antipati kemudian beranjak pergi, saya ucapkan banyak terima kasih karena pernah mengapresiasi. Dalam hidup pro dan kontra tidak bisa dihindari. Saya hanya menjalani khitah hidup saya seperti apa yang saya mau.

Saya tidak bermaksud menipu, tapi kalau ada yang merasa tertipu atau dipermainkan anggap saja yang kemarin itu hanya sebuah april mob yang panjang.

4 komentar:

arik mengatakan...

Gue senang, kamu tak jadi menamatkan episode-episode kegalauanmu ini. Sejujurnya, gue tak suka membaca kegalauan.

Tapi Mario Teguh bilang, Galau itu berarti orang yang selalu ingin maju. Pertanda ciri-ciri orang yang bakal sukses.

So, keep your writing brother. Mengutip tulisan ARYA, menulis itu sarana untuk menyembuhkan. Berharap semoga tulisanmu juga mampu menyembuhkan para pembacamu.

Enno mengatakan...

hah? apa benar yg dikabarkan mas arik ituh? galau itu ciri2 org yg bakal sukses?
ihiiiy! yakin tu mas?

klo gitu aku ini calon orang sukses dong ya? ya? secara galau mulu gitu ya kan... wkwkwk


:))

Farrel Fortunatus mengatakan...

sudah aku duga kok, kamu bakal kembali... Sama kaya Arik yang udah pamit dan balik lagi he he he... Tapi beda dengan Lucky si doubleagent yang punya alasan tak bisa dibantah, dia ngilang selamanya dari dunia blog...
Selamat datang kembali dengan semangat dan ide" baru.

Apisindica mengatakan...

@Mas arik: Masa sih mario teguh pernah ngomong begitu? #googling

yah semoga tulisan-tulisan nggak jelas ini ada manfaatnya lah!

@mbak enno: #give me five!!!! mari kita sukses bareng-bareng

@farrel: pasti akan datang ide-ide baru, walau tetep galau. hahaha