Kamis, 10 Maret 2011

Dear Papa


Pernahkah kita bilang sayang terhadap ayah kita? Kalau pernah coba bandingkan frekuensinya dengan ucapan sayang kita kepada ibu. Saya yakin ibu akan mengungguli ayah dalam perolehan skornya. Entah kenapa, tapi untuk saya mengucapkan sayang secara lisan kepada ibu jauh lebih mudah ketimbang kepada ayah.

Bukan saya bersikap tidak adil, tapi sosok ayah yang berbau maskulin dan kuat membuat kita sedikit risih untuk mengumbar sayang secara lisan. Sebetulnya seorang ayah juga pastinya tahu kalau kita, anaknya menyayangi dia meskipun jarang dilapalkan. Mungkin kultur dan budaya kita yang seringnya memberangus keberanian kita untuk mengucapkan sayang kepada ayah.

Tapi bukan berarti tidak ada cara lain untuk mengekspresikan sayang kita kepada ayah. Banyak cara yang bisa ditempuh untuk membuat ayah kita tahu kalau kita menyayanginya. Salah satunya dalam bentuk surat. Dengan tulisan, kita bisa dengan panjang lebar mengurai betapa sayangnya kita pada seorang ayah.

Saya dan teman-teman penulis lain mengikuti proyek yang diselenggarakan oleh www.nulisbuku.com Kami mengumpulkan surat-surat cinta kepada ayah dari setiap penulis kemudian dibukukan. Buku yang menjadi semacam testimoni bahwa tidak ada anak yang tidak sayang terhadap ayahnya. Proyek ini disebut dengan #dearpapa. Proyek #dearpapa ini adalah untuk charity alias tidak ada imbalan apapun untuk setiap karya yang masuk dan ceritanya terangkum dalam buku-buku yang diterbitkan oleh www.nulisbuku.com ini. Karena apa? Karena semua royalti dari hasil penjualan buku-buku ini akan disumbangkan langsung untuk yayasan sosial. Dengan membeli buku-buku serial #dearpapa secara tidak langsung kita sudah melakukan donasi untuk sebuah Yayasan Panti Jompo di kota Surabaya. Kapan lagi membeli buku sekalian beramal.

Proyek ini menghasilkan 6 buah buku. Dan tulisan saya ada di buku seri ke-6. Jadi kalau misalnya merasa terlalu berat untuk membeli kesemua buku. Beli buku ke-6nya saja yah! :) Caranya gampang kok, bisa buka link ini .Ayo kita belanja buku sambil beramal! Sstttt....Sebagai bocoran, di buku ke-6 ini banyak tulisan-tulisan penulis handal yang sudah malang melintang di dunia tulis menulis. Kalau saya sih baru belajar nulis alias anak bawang. Ayo buruan beliiii!!!!

11 komentar:

Dewi mengatakan...

aku udah pesen ama apisindica langsung!!

nita mengatakan...

Oh ya? aku mau dong mba beli bukunya. walo papaku dah gak ada gak ada salahnya ikt nyumbang bwt panti sosial.

Poppus mengatakan...

aaargh! kok aku gak tauu project iniii. Pengen ikuuut

Apisindica mengatakan...

@dewi: thanks sistah. You are my biggest fans ever. hihihi

@nita: kalau mau beli bukunya boleh klik link yang aku kasih atau hubungin www.nulisbuku.com. Sebelumnya harus register dulu yah.

Jangan khawatir meskipun Papamu sudah nggak ada,beliau pasti tetep tau kok kamu sayang sama dia. Saya yakin!

AND,,jangan tertipu gaya saya menulis. Saya Laki lho, dan masih laki alhamdulilah. hahahhaa

@poppus: harus ikul klub nulisbuku dulu buu, jadi sering diupdate ada proyek apa. Ntar aku teli-teli deh kalau ada proyek lain.

Enno mengatakan...

hihi iyaaa... pengen ikutan klo tau dr awal!
coba ah kuklik dulu link-nya :D

Apisindica mengatakan...

@mbak enno: hadeeeh, mbak enno harusnya udah bisa bikin buku sendiri bukannya keroyokan kayak gini.

ntar deh kalo ada proyek2 lain aku kasih tau yah! :) minta alamat emailnya donk!! kirim by DM di twitter aku yah... :)

Tuesday mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
enno mengatakan...

ah susah amat ke twitter dulu.
imelku nangkring dgn manis di profil blog:

bidadari_jatuh@yahoo.com

hihihi
tengkyu darl :D

Apisindica mengatakan...

@mbak enno: hahaha, iya deh nanti aku kirimin by email kalo ada proyek nulis baru yah!!

anytime mbak!

Grey_S mengatakan...

Mauuuuu.....


Akhirnya yah pis, bikin buku jg.

Apisindica mengatakan...

@grey: hehehe iyah Grey, meskipun cuman buku kumpulan. Langkah pertama deh, nyoba dulu belajar nulis :)