Jumat, 08 Januari 2010

Maaf

Dia : “Beri saya satu alasan saja untuk bisa benci sama kamu!”

Saya : “Saya tidak mencintai kamu dan tidak ingin belajar mencintai kamu”

Dia: “Itu tidak cukup untuk membuat saya membenci kamu”

Sepenggal kecil percakapan saya dengan dia malam itu. Dipisahkan oleh meja makan di salah satu restoran, saya duduk berhadap-hadapan dengannya. Dia tidak banyak berubah, masih seperti setahun lalu ketika terakhir saya melihatnya. Ini kali ketiga saya bertemu dengan dia.

Kenal melalui situs fri**e, kemudian karena sedang kebetulan sama-sama di Bali kita kemudian memutuskan untuk bertemu. Pengalaman pertama saya bertemu dengan bule hasil perkenalan di situs internet. Saat itu kamu bilang kamu suka sama saya, bahkan dari awal ketika kamu melihat profil picture saya di Negara asalmu. Saya hanya tersenyum saat itu. Rayuan Basi.

Kali kedua kita bertemu di Jakarta. Urusan bisnis mengharuskanmu datang ke Jakarta, dan kita bertemu lagi. Kamu mengundang saya datang ke hotelmu, tapi saya menolak. Saya lebih memilih tempat umum karena saya dari awal tidak ingin memberikan harapan lebih. Saya menerima ajakanmu untuk bertemu hanya untuk menghargai niat baikmua saja. Siapa tahu kita bisa berteman.

Malam itu kamu bercerita tentang banyak hal. Tentang hidupmu, tentang cita-cita, pengharapan dan pekerjaanmu. Kamu mengakhirinya dengan mengajak saya untuk pindah ke negaramu, mengajak untuk membangun cita-cita bersama. Memulai sesuatu yang menurutmu akan indah. Bahkan kamu menawarkan untuk membiayai pendidikan doktor saya di Inggris sana, di Negara kamu, dengan imbalan saya mau pindah kesana dan tinggal bersama kamu. Saat itu saya juga hanya tersenyum dan berkata tidak.

Keadaan tidak sesederhana yang kamu bayangkan, dan tujuan saya tidak kesana. Mungkin dulu Apis muda bermimpi seperti itu. Berharap ada seorang ksatria berkuda yang akan membawanya pergi ke Negara lain dan mengajak menetap. Tapi itu dulu, Apis kemudian berevolusi dan merevolusi tujuan hidupnya. Mimpi konyol masa lalu ditanggalkannya beserta mimpi-mimpi tak masuk akal lainnya.

Semenjak pertemuan itu komunikasi kita nyaris berhenti, id YM kamu saya permanently appears offline. Bukan bermaksud apa-apa, tapi saya hanya tidak ingin terus melambungkan harapanmu. Mungkin sekedar berteman yang aku tawarkanpun tetap tidak bisa kamu terima. Karenanya saya memutuskan untuk membatasi komunikasi. Anehnya kamu dengan setia tetap mengirimkan heart setiap harinya di profil saya, sampai saya cape sendiri menghapusnya.

Sampai sebulan lalu akhirnya saya luluh, saya mengaktifkan lagi id YM-mu. Saya kemudian menyapa dan menyampaikan terima kasih atas kekonsistenan kamu mengirimi saya hati setiap harinya. Maksud saya hanya itu tidak lebih. Ternyata kamu berencana untuk kembali ke Jakarta bulan ini dan mengajak saya bertemu.

Saya pikir kamu telah berubah. Saya pikir kamu telah menamatkan cinta atau apapun itu namanya terhadap saya. Ternyata saya salah. Kamu masih tetap keukeuh mengajak pindah dan menyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Sampai percakapan mengenai benci itu terlontar.

Saya tidak tahu alasan apa yang saya punya untuk membuat kamu membenci saya. Saya hanya bisa berkata maaf kalau saya tidak bisa. Benar-benar tidak bisa. Maaf.

15 komentar:

maiank mengatakan...

kak apis baik sie mengusirnya secara halus... dan masih mau ngucapin terima kasih atas kekonsistenannya, aku pernah loh kak, tapi emang ga seberat ini, kadang kalo bener-bener ganggu aku marah banget kalo enggak menghilang aja tanpa jejak...*kabuur hehehehehe maklum koloni penjahat..hihihihihi

ajenk mengatakan...

waaaa...kakak apis punya pemuja setia....
hohohoho....

nikmatilah kak...udah mulai ganggu kayak kutukah ?
kalo iya mo dibantu ngebasmi ?
hehehehe.... :P

Alil mengatakan...

kasih kesempatan lah Pis...
siapa tau dia emang cinta sejatimu...

Apisindica mengatakan...

@Maiank: kalau bisa secara halus, kenapa harus dengan cara kasar yah?

@Ajenk: iya neh, ada pemuja sejati! hehehehe

situ pembasmi serangga? pest control donk. wkwkwkwkwk

@Alil: Mungkin apis nggak adil karena nggak memberi dia kesempatan. Tapi akan lebih nggak adil kalau kemudian apis tidak punya perasaan dan akhirnya menyakiti.

Mudah-mudahan cinta sejatinya rasa lokal aja deh. amiin.

Syifa Ahira mengatakan...

yup.. setuju.. lebih baik mengatakan tidak dari awal, daripada pura-pura mencintai yang akhirnya menyakiti

Apisindica mengatakan...

@syifa: ternyata syifa punya pandangan yang sama. Setuju dah pokoknya. ;)

Pohonku Sepi Sendiri mengatakan...

yah, memang cinta tidak bisa dipaksakan seh bro.. kalo mang ngga ada rasa, apa mo dikata..

sedikit memikirkan, apa yg kita lakukan jika berada pada posisi dia ya? nah mungkin itu bisa jadi cara utk memberi pengertian padanya..

hehehe.. slamat berjuang bro.. :)

setan mengatakan...

saya ngerti rasanya cinta bertepuk sebelah tangan
benar2 berat pastinya
walaupun tahu dibenci, lbh baik mengetahuinya

lucky mengatakan...

yah gini ini, dulu pas lagi seret pasarannya bingung. ngejar sana-sini. begitu sekarang mulai laku, bingung lagi. tolak sana-sini.

ribbbeeettt pisan euyyy

ps: kenalin dunk sama calonmu yg orang jawa ituh.....kualat loe, dulu komentarin papi cantik dan gw, sekarang loe mentok2nya dapat orang jawa juga. welcome to the club ya....

Jo mengatakan...

setuju ah ama Lucky xixixixi...

Ginkoberry mengatakan...

Ya, mending bilang No daripada Yes tapi beda di hati.

rid mengatakan...

astagaah, kekeuh juga ya si dia, udah dicuekin tapi tetep cinta, hehehe..
tapi bagaimanapun semuanya terserah kamu pis

btw ada award buatmu di hujanorange. diambil yaa^^

Apisindica mengatakan...

@pohon: setuju sama kalau cinta tidak bisa dipaksakan. masa pura-pura cinta, kan jatohnya nggak adil yah sama dia.

makasib buat sarannya yah mabro!

@setan: gw juga pernah merasakan cinta sebelah tangan. dan rasanya sakit. tapi ya itu dia tadi, cinta gak bisa dipaksakan.

@Lucky: hahahaha, iya yah ribet. but wait, kata siapa gw lagi laku. ngarang deh.

calon orang jawa yang mana siiiiih? gag ngerti deh gw. wkwkwkwkw

@Jo: pasti lo setuju bagian ribetnya yah? hehehe. Ya begitulah!

@ginko: setuju. kuncinya jujur sama perasaan sendiri.

@Rid: hooh, keukeuh banget si bule satu ini. Nggak bisa ngertiin keputusan gw. ;)

thanks yah buat awardnya!

maiank mengatakan...

maaf kak kalo salah pengertian..
maksudnya bukan pake cara kasar juga
(kalimat terakhir juga sebagai canda aja biar ga kaku)
aku kan bilangnya kalo udah ganggu banget aku marah
*ganggu ala cewe dan cowo itu kan berbeda
*dan marahnya cewe dan cowo itu juga berbeda

maaf y bukan maksud kaya gitu kok..
sungguh...

Apisindica mengatakan...

@maiank: hahaha, sekarang kamu yang salah pengertian. aku ngerti kok maksud kamu apa. dan aku nggak merasa tersinggung. biasa aja kali sistah! ;)