Senin, 01 Maret 2010

REV

Pernah ketemu orang yang ndablek? Ndablek dalam artian terus aja ngikutin secara tidak langsung padahal udah dicuekin sedemikian rupa. Memang nggak terlalu ganggu sih, secara ngikutinnya kan tidak langsung. Tapi tetep aja bikin terheran-heran. Apa dia memilih buta? Atau mungkin dia sudah merasa puas dengan melaporkan semua yang dia alami meski gak pernah ada respon dari gue? entahlah.

Mungkin gue jahat dengan selalu mengabaikannya.

Sebut saja dia Rev. Sekarang sedang menyelesaikan program KoAs di salah satu PTN di Bandung. Gue kenal dia pertengahan tahun 2003. Saat itu dia masih kelas 1 SMA, dan gue jadi gurunya. Yup, lulus S1 gue pernah jadi guru 6 bulan. Terpanggil untuk berbakti pada bekas sekolah, itu alasan klisenya. Alasan logisnya karena gue sedang menunggu untuk pergi ke Jepang, daripada nganggur 6 bulan mending ngajar aja. Seru-seruan.

Sebagai guru “muda” (waktu itu), pastilah jadi primadona. Bukan kegeeran, tapi kenyataan dan memang hal yang lumrah kalau menurut gue. Umur gue masih 21, beda sama murid-murid gue paling 5-6 tahunan. Pemikiran masih relatif sama, kegemaran jalan dan gaul pastinya nggak jauh beda. Kadang gue keceplosan menggunakan bahasa tidak baku dan kata “gue” waktu ngajar. Maaf, soalnya udah kebiasaan.

Banyak murid yang jadi sangat dekat, bukan hanya di sekolah tapi juga di luar sekolah. Tapi si rev ini beda. Dari awal gue udah ngerasa beda aja sama sikapnya. Rajin smsnya ngalahin pacar gue waktu itu. Dan seringkali sms hal-hal yang nggak penting. Awalnya gue tanggepin tapi lama-lama ganggu dan bosen juga yah. DIA NGGAK PERNAH BERHENTI. Itu yang gue bingung, sampai sekarang.

Mau ujian, lapor. Mobilnya ditabrak, lapor. Kena insomnia berat, lapor. Kalah maen PS, lapor. Liat hantu di kamar jenazah, lapor. Belanja baju kebanyakan, lapor. Nggak pernah dapet pacar, lapor. Untung kalo dia kebelet pipis nggak pernah lapor.

Semuanya nggak pernah gue tanggepin.

Boleh bilang gue jahat. Boleh bilang gue nggak punya hati, atau apapun istilahnya. Tapi harusnya dia punya mata kan? Setidaknya mata hati. Kalau gue selama ini nggak pernah nanggepin semua yang dia laporkan artinya gue sama sekali nggak tertarik, atau lebih parahnya dia harusnya ngerasa kalau gue amat sangat terganggu, makanya nggak pernah bales SMS nya.

Rev, kalaupun kamu orang kaya, atau orang tuamu pengusaha pulsa yang sukses, jangan buang-buang pulsa percuma. Sayang mending dipake buat hal-hal yang lebih berguna semisal sms pasien-pasien kamu buat nanyain keadaannya. Gue bukan nggak mau nanggepin, tapi gue nggak tertarik. Dan sekarang sudah dalam taraf agak terganggu. Maaf yah!!!

“Lumayan lho Pis, dokteeeeeer” Setan tiba-tiba berbisik menggoda.

12 komentar:

Reis's mengatakan...

seriously. Buat gue aja..... *ngacir*

nobhita mengatakan...

heheh ya mungkin menurut dia itu gak buang2 pulza ehehhe tapi penting buatnya


Berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya
salam blogger
:D

Apisindica mengatakan...

@reis's: beneran mau??? nanti kalo gue kasih tau orangnya gue yakin lo bakal ngacir beneran deh. YAKIN gue!!!

@nobhita: terima kasih atas kunjungannya. Salam blogger juga!

kayaknya menurut dia nggak buang-buang pulsa, buktinya sampe sekarang masih aja tetep keukeuh buat sms meski gak pernah ada balesan!

maiank mengatakan...

sangar ih kak apis...

lumayan kak dokterr...
*setaaan juga nii...hihihihi.


dilempar sendal ni wkwkwkwkwkwk

Ginko mengatakan...

Sms balik saja mending "Maaf, anda mengganggu saya dengan sms anda".

Kalau masih bandel, laporin ke polisi saja dengan tuntutan mengganggu kenyamanan pribadi, barang bukti-nya sms2 dari dia.

Pohonku Sepi Sendiri mengatakan...

hehe.. brarti si rev itu benar2 mengidolakan apis loh..
*pohon terkagum2*
sampe sebegitunya ya laporan smsnya bro..

Farrel Fortunatus mengatakan...

suit suiiiittt... apis punya fans berat. knp ga bikin fans club aja? he he he...

Apisindica mengatakan...

@maiank: hehehe, iya yah sangar. :)

itu yang selalu terngiang: dokter...dokter..dokter....

@ginko: berasa artees deh melaporkan orang dengan alasan "perbuatan tidak menyenangkan"

@pohon: mungkin bukan mengidolakan, tapi lebih tepatnya buta. hahahaha

@farrel: udah ada kok fans clubnya. Farrel aja yang belom jadi anggota. Ayo buruan daptar mumpung lagi bulan promosi. hahahaha

-Gek- mengatakan...

Dokter bukan segalanya ah... :)
Gek likes this!

Apisindica mengatakan...

@gek: setujuuu. Dokter bukan segalanya! yang segalanya itu duit. hahahaha. kidding!

rid mengatakan...

oh..oh..guruku idolaku rupanya,hahaha...^^

Apisindica mengatakan...

@rid: hahaha. masa lalu rid. jaman muda!