Senin, 03 Agustus 2009

Jihad For Love


You can be gay or lesbian and can still be a good moslem
-Jihad for love-

Gue setuju sama tagline atau salah satu kalimat dari film dokumenter jihad for love. Preferensi seksual seseorang tidak boleh menghalangi orang tersebut menjadi orang yang taat beribadah sesuai dengan agamanya.

Tanpa bermaksud sombong atau riya,mungkin gue adalah salah satu orang yang menerapkan prinsip itu. Memang pemahaman gue terhadap ajaran agama islam tidak sehebat orang-orang lain yang memang mempelajari dan menjalaninya dengan kaffah, tapi insya allah semua ibadah umumnya gue kerjakan sebaik-baiknya. Masih bolong sana-sini, tapi setiap hari berusaha untuk terus ditingkatkan.

Semua orang pasti mikir bahwa menjadi seorang gay atau lesbian adalah sebuah dosa, setiap agama melaknatnya. Tapi kemudian gue berpikir apakah ketika itu dosa harus ditambah dengan dosa lain melalui pengingkaran atau ketidaktaatan terhadap perintah Allah melalui berbagai ritual ibadah. Nggak kan? Kita tidak perlu menambah dosa lagi. Urusan diterima atau tidaknya amalan kita, itu urusan Allah. Toh Allah pasti tahu niat kita dan gue percaya Allah tidak pernah menzhalimi umatnya.

Tidak bermasud untuk menggurui, atau bahkan kemudian menyalahkan seorang gay atau lesbian yang tidak taat beribadah. Itu urusan mereka, bukan urusan gue. Gue disini hanya ingin berbagi pandangan, dan bukankah saling mengingatkan dalam kebaikan juga diperintahkan dalam agama. Gue tidak lantas menyuruh orang-orang untuk berhenti menjadi gay atau lebian, karena itu pasti susah. Dan itu sudah pilihan hidup. Seperti halnya gue yang memang juga sudah memilih.

Gue hanya setuju dengan kalimat di Jihad for love itu. Preferensi seksual seseorang tidak boleh menghalanginya untuk menjadi seorang hamba Allah yang taat. Tidak ada yang pernah meminta untuk dilahirkan menjadi seorang gay atau lesbian bukan? Makanya, kalaupun menjadi seorang gay atau lesbian kemudian ditasbihkan sebagai dosa besar, setidaknya kita membumbui dosa besar itu dengan indah. Dengan pemahaman kita terhadap arti dosa itu secara mendasar.

Menjadi seorang gay dan lesbian yang yang beriman dan saling menyayangi alangkah lebih baik ketimbang seorang yang mengaku straight tetapi sering menyakiti sesamanya. Setidaknya menurut pandangan gue.

10 komentar:

tobias mengatakan...

Agak sulit buat diterima secara umum, tetapi gue amat menghargai opini ini :) gue setuju banget jika diterima atau nggaknya amalan kita hanya ALLAH yang tau. Seharusnya kita ngaca dulu sebelum ngejudge orang hehehehehe.

Shien Maw mengatakan...

Huhuhu.... you know me darl...
Do'ain gw ateuh supaya bisa menjalankan ibadah juga...

jadi terharu deh baca tulisan ini... mengingat dosa besar yg gw jalani tidak di bumbui dengan kebaikan yang indah....

Brokoli sehat mengatakan...

Itu punchline nya nampol pisan. SAy, inget gak kita pernah ngomongin soal ini waktu di D'Cost dulu? gw setuju sama kalimat ini dan lo. Urusan transedental memang cuma urusan kita ama tuhan, beda lagi dengan preferensi seksual

Farrel Fortunatus mengatakan...

hmmmhhh... antara religi dan dunia gay, ibaratputih dan hitam. dan bila kita menjalankan dua-duanya berarti kita berada di area abu-abu...

Apisindica mengatakan...

@tobias: gay aja masih sulit diterima oleh umum, apalagi gay yang taat beribadah. hehehe.

@shin mau: nggak bermaksud ngomongin elo yah beib. Gw cuman berbicara mengenai realita. Sok atuh didoain semoga hidayah segera datang. amien.

@popi: darleeeeng, kangen deh gw! iya, gw masih inget apa yang kita omongin waktu di d'cost itu. kapan yah kita bisa makan2 bareng lagi? kangen!

@Rarrel: menurut gw dunia gay itu tidak hitam, mungkin cuman samar. Dan nggak ada area abu-abu dalam penghambaan kita terhadap Tuhan. Tuhan pasti tidak akan berburuk sangka!

Grey_S mengatakan...

Gw suka article lo yang ini dan gw setuju banget dengan pendapat lo.

"Preferensi seksual seseorang tidak boleh menghalanginya untuk menjadi seorang hamba Allah yang taat."

Salam kenal yah....

Apisindica mengatakan...

@grey: salam kenal juga grey! Makasih kalau suka artikelnya. berkunjung lagi yah kapan-kapan!

lebong mengatakan...

emang sih, dosa pahala itu urusan ALLAH SWT. tapi kalo uda ada contoh kaya soddom gomorrah, gimana donk?

Apisindica mengatakan...

@lebong:berarti tinggal elu yang memilih sesuai keyakinan hati lu. semuanya balik ke elu kok....

chubby-gal mengatakan...

aku pengen nonton filmnya, dimana nyarinya ya...?

Beribadah mah teruslah.. pintu masuknya cahaya illahi..