Rabu, 20 Mei 2009

Perantara Mimpi


On the phone with my mom:

Mom: Apis, itu temen kamu yang cina itu kemana sih? Kok jarang keliatan

Apis: Temen cina yang mana sih Mom? (padahal hati gue deg-degan)

Mom: Itu lho, yang sering maen ke rumah. Yang waktu itu ngasih mommy bingkisan buah
Apis: Oh, si mata segaris yah? Emangnya kenapa Mom?

Mom: Perasaan kok jadi jarang liat. Kalau kamu di Bandung juga dia jadi jarang maen ke rumah. Sakit dia?

Apis: Emang kenapa sih Mom? Kok tiba-tiba nanyain dia? (hati gue makin nggak karuan)

Mom: Udah dua hari berturut-turut mommy mimpiin dia. Aneh aja, makanya nanya sama kamu

Apis: Hah mommy mimpiin dia? Kok bisa? Mimpiin gimana sih mom? (gue bener-bener kepo!)

Mom: Jadi mommy tuh mau praktek, tapi yang nyetirin dan nganter-nganter dia. Yang nggak bisa mommy lupa itu senyumnya. Tulus banget, kayak yang sayang gitu sama mommy…

Apis: Ih, mommy genit. Mommy jatuh cinta kali sama dia. Adoooooh……

Mommy: Orang gila! Bukan, kok yah aneh aja mommy bisa mimpiin dia. Sampe dua hari berturut-turut. Makanya mommy nanya sama kamu, dia kemana? Takutnya ada apa-apa

Apis: Dia udah pindah Mom, pindah ke Singapur, nerusin bisnis papihnya. Udah mau dua minggu.

Mommy: Kok pindahan nggak pamitan sama mommy? Gimana sih tuh anak..

Apis: Dia asalnya mau pamitan, tapi waktu itu kan mommy lagi ada seminar di Bali, jadi nggak sempet ngomong langsung. Mungkin dia dateng di mimpinya mommy karena dia mau pamit kali, sekalian mau bilang kalau dia sehat-sehat aja.

Mommy: Iyah kali yah, tapi kok sampai dua hari berturut-turut yah?

Apis: Mungkin dia mau bilang juga kalau dia sayang sama mommy..

Mommy: Hahahahahaha. Sayang sama mommy? Masa sih. Sama kamu sayang nggak dia? (GUBRAK!!!)

Apis: Apaan sih Mom, suka asal deh ngomongnya!

Mommy: Ya udah, nanti kalau kamu telpon-telponan sama dia, bilang mommy kangen. Suruh ketemu mommy kalalu kapan-kapan dia balik ke Indo

Apis : Iyah Mom, ntar Aku bilangin.


Cinta, orang bilang mimpi itu hanya bunga tidur, hanya hiburan saat mata tak terjaga. Tapi aku yakin bahwa kadang mimpi juga merupakan sebuah pertanda, sebuah isyarat hening. Mungkin tidak bisa dipercaya sepenuhnya, tapi aku yakin bahwa ada maksud di semua pertanda yang hadir perantaraan mimpi.

Lihat, kamu sudah sedemikian rupa mengambil hati mommy. Nggak hanya waktu kalian bisa bertatap muka langsung, tapi disaat jauhpun kamu masih saja berusaha mengambil hati mommy dengan menunggang mimpi. Bahagia rasanya menyaksikan bahwa kamu tak juga lelah mencoba untuk berusaha agar kamu bisa diterima di hati mommy. Apapun usahanya itu, aku sangat menghargainya.

Mungkin mommy ku bukan mami kamu yang dengan sangat terbuka menerima aku di tengah keluarganya, di hatinya. Menyayangi aku seperti anaknya sendiri. Mungkin mommyku bukan mami kamu yang sudah dengan sangat terbuka menerima hubungan kita, bahkan ikut merasa berkewajiban menjaga hubungan ini. Tapi yakinlah, mommy ku pasti akan bisa menerima semuanya, meskipun entah kapan. Itu nggak penting, yang paling penting kamu ada di hatinya mommy. Setidaknya datang melalui mimpi adalah cara yang paling tepat untuk tetap mengingatkannya tentang kamu.

Sayang, terima kasih untuk selalu berusaha membuat semuanya semakin mudah. Membuatnya semakin jelas untuk dijalani. Yang perlu kita lakukan sekarang hanya berusaha, berusaha mempertahankan apa yang memang patut untuk kita pertahankan, karena percayalah bahwa ini semuanya indah. Cinta kamu indah, cinta aku indah, cinta kita indah. Semoga indah dan kekal untuk selamanya.

Tapi kamu curang….Kenapa kamu hanya datang di mimpinya mommy? Tak inginkah kamu menyambangiku dalam mimpi? Aku rindu tau, dan aku berharap dengan memimpikanmu bisa mengikis sedikit rindu yang ada disana. Di hati aku.

Datanglah dalam mimpiku malam ini, besok malam dan selamanya. Sampai kita akhirnya bisa bersama kembali suatu hari nanti. Aku mencintaimu….

10 komentar:

Zhou Yu mengatakan...

DAMN, it is so nice...... Kayanya alamat lu bakal direstuin sama nyokap deh! Huehehehehehehe!

Brokoli sehat mengatakan...

firasat seorang ibu mah kuat ya say heheheheheeh. Btw, lu pasti langsung cerita kegirangan kaan sama si cintah?

Apisindica mengatakan...

@Zhou Yu: Amiiin. Semoga hal ini juga bisa kejadian sama loe Zhou, nyokap lu bisa menerima semuanya. Terutama keadaan Loe. Amien lagi...=D

@Brokoli: Iyah, firasat ibu memang kuat. Dan kadang banyak benernya!

Iyah donk, abis ditelpon nyokap, langsung telpon dia dengan girang!

daysandminds mengatakan...

huhuhu... gw pagi2 kok senyum2 sendiri di depan komputer.. harusnya kerja malah senyum2 sendiri.. adooh gak banget deh gw... hihihihihi

Seneng ga sih? Kejadiannya kapan ya?

Apisindica mengatakan...

Days, seneng sekaligus deg-degan gue. Jangan-jangan nyokap gue udah tau yah?! Hihihihi. Bodo ah....

kejadiannya 3 hari yang lalu

Lu senyum2 sendiri gara-gara baca postingan gue apa karena inget yang lain? tetep kepo gue. =D

daysandminds mengatakan...

karna ingat yang lain juga sih... hahahaha :D

Lucky mengatakan...

Tuh kan bener mom loe nanya kemana tmn loe yang "itu"... ih kayaknya mom loe udah tahu deh (ato bisa juga ngetest), coba perhatikan dialog nya (dg catatan loe wkt posting sesuai dg keadaan yg sebenarnya):
"Kalau kamu di Bandung juga dia jadi jarang maen ke rumah " -->mom udah tahu klo akhir2 ini loe dkt sama dia bhkn sering ngajak ke rmh
"Kok pindahan nggak pamitan sama mommy?" --> pergi kok ga lapor sm mama pacarnya sih"Sama kamu sayang nggak dia? (GUBRAK!!!)"--> ini bener2 pertanyaan menjebak "Ya udah, nanti kalau kamu telpon-telponan sama dia, bilang mommy kangen" --> mom udah tahu klo kalian sering telp2an

Apisindica mengatakan...

Adooh lucky darlengg, analisis lu boleh juga yah!!!

Manusia Bodoh mengatakan...

hohoho...udah atuh.... diresmiin ajah!!!!

Ditunggu undangannya...hohohoh...

*berasa ngemeng ama str8y ajah*

Zhou Yu mengatakan...

Setuju! Resmiin aja, yud. Itu udah tanda-tanda dia ngerti kok... Firasat ibu tetep ga bisa dibohongi.