Senin, 10 Mei 2010

Kelak

Aku menunggu di ujung bernama kelak

Kelak ketika sudah waktunya datang, maka aku akan menyambutnya. Tidak hanya dengan euphoria embun pagi yang menyejukan tapi dengan riuh tabuh kegembiraan.

Aku menunggu di ujung bernama kelak

Kelak yang kuyakini akan datang menyambangi. Kelak yang bukan mustahil untuk diamini. Kelak yang selalu kutunggu di ujung lorong gelap sebuah penantian.

Aku menunggu di ujung bernama kelak

Menunggu sambil menasbihkan ribuan doa, menggelar ratusan puja. Untuknya aku mengucap tak hanya harap, tapi juga pinta. Untuknya kemudian aku bersedia didera, dipancung kerinduan yang tak jelas tepiannya.

Kelak,

Kelak aku yakin akan datang seseorang yang sudah dipersiapkan Tuhan. Membawa kebahagiaan, membebaskan dari tangis-tangis panjang kesedihan. Kelak seseorang itu akan membawaku ke nirwana untuk menyicip sebuah rasa berjudul cinta.

Kelak aku yakin dia akan hadir. Memberi keceriaan yang mampu menyibak jelaga sepi tak berkesudahan. Mengakhiri ngangaan luka kesendirian. Bersamanya aku akan meretas mimpi dan mewujudkannya menjadi nyata. Tidak lagi semu, tidak lagi buram. Semuanya jelas, sejelas aku merindukan kehadirannya yang akan datang kelak.

Aku menunggu di ujung bernama kelak

Bersama sabar aku menanti sang kelak turun dari langit laksana hujan. Menitis dalam bentuk yang bisa diraba dengan raga, menjelma menjadi sesuatu yang bisa aku ucap dengan kata.

Aku menunggu di ujung bernama kelak. Ya, kelak. Kelak yang aku belum tahu kapan dia datang. Aku hanya meyakini, aku hanya mengamini. Dia akan datang. Pasti, meski kelak.

5 komentar:

maiank mengatakan...

kata-kata yang indah
menunggu sambil ikhtiar kan kak?
jangan sampe nunggu aja loh
#dijewer ni maiank

Sabar, kalau diem, itu pasrah.
Sabar, kalau bergerak, itu ikhtiar.
Sabar, kalau bergerak terus, walaupun gagal, itu tawakkal.

Alloh sayang banget sama kak apis...
mungkin kakak diberi kesempatan untuk memperbaiki diri dan niat lagi agar menjadi imam yang bijak untuk keluarganya nanti...

semoga kakak nggak hanya mendapat istri yang sholehah tapi juga sang ibu yang kelak mengajarkan nilai2 kelembutan dan kesabaran,untuk anak2 kak apis menjadi sabar dan baik hati tentunya

dengan niat menikah(ibadah) insya Alloh pernikahannya penuh rahmat, untuk dunia dan akhirat kelak
semoga dimudahkan ya kak...
Amiin ya Rabb...

#wuaduuh panjang amat ya commentnya...maaf.. hehehe

Yanti Sri Mulyani mengatakan...

Indah banget kata" nya...
kak apis *sok kenal
boleh yach sya copy...
soalnya sama banget yg lagi saya rasakan seperti ini... :D

trims

Apisindica mengatakan...

@maiank: amiiiiiin buat doanya.

sambil ikhtiar donk nunggunya, kalau hanya nunggu artinya buang-buang waktu. hehehe

makasih yah buat penyemangatnya. insya allah bisa dipraktekan.

@yanti: silahkan, semoga bermanfaat! eniwei, salam kenal yah!

BaS mengatakan...

'Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka'

baca postingan kamu tiba tiba inget ayat ini (tapi lupa surat dan lupa ayat berapa). Tapi aku pikir cocok dengan postingan kamu sekarang........

Apis....wishing you the best buddy!

Apisindica mengatakan...

@BaS: makanya gw nggak cuman diam. Gw ikhtiar kok. insya allah ikhtiar yang tidak sia-sia. mohon didoakan aja.

thanks yah Bro!