Senin, 19 April 2010

Surat Masa Depan

Nyokap gue itu orangnya agak-agak romantis. Gue rasa sih referensi kata-kata romatis yang dalem yang gue tahu itu selain didapet dari cerpen-cerpen majalah Anita Cemerlang ya dari nyokap gue. Upsss, ketahuan deh angkatan gue dengan nyebut-nyebut majalah yang sempet happening pada masanya. Tapi sumpah, dulu gue suka banget baca majalah yang satu itu. Banyak cerpennya. Mungkin itu juga yang bikin gue lebih suka Anita Cemerlang timbang majalah Hai.

Yang gue bingung, nyokap gue dulu bacaannya apa yah kok bisa romantis juga? Iya sih dia pelahap novel, tapi rasanya dia lebih sibuk baca buku dan jurnal kedokteran dibanding novel. Atau bisa jadi karena kebanyakan nonton film di parabola kali yah? Iyah, dulu kan tipi kabelnya belum ada, adanya parabola. Masih untung ada parabola, bisa nonton film-film luar negeri. Jaman SD aja tontonan gue udah the bold and the beautiful, atau film-film perancis yang gue curi-curi tonton pas siang-siang nyokap bokap gue nggak ada. Berkeringat dingin gue nontonnya.

Nah kemaren, pas gue pulang Bandung iseng-iseng gue beresin rak buku. Niatnya nyari buku buat referensi penelitian-penelitian gue, tapi malah nemu yang lain-lain.

Di salah satu buku gue nemu surat yang ditulis nyokap waktu gue kecil. Suratnya buat gue yang dikasihin pas gue ulang tahun yang ke-17. Ini yang bikin gue mikir kalo nyokap gue terlalu banyak nonton film-film di parabola. Jaman itu mana ada ibu-ibu yang kepikiran buat nulis surat masa depan buat anaknya, kecuali surat wasiat. Dulu waktu gue umur 17 tahun (lebih dari 10 tahun lalu), pas baca suratnya gue nangis lho. Terharu sekaligus takjub karena nyokap gue bisa merefleksi apa yang akan terjadi di masa datang. Nyokap nulis gini :

Buat Apis,

Selamat Ulang Tahun yang ke-17 tahun anakku sayang. Semoga panjang umur, berkelimpahan rezeki dan selalu bisa membanggakan orang tua. Amin. Sebetulnya saat Mami menulis surat ini, kamu belum genap berusia satu tahun, berjalanpun belum begitu lancar meski untuk ukuran seusia kamu, kamu jauh lebih cepat jalan dibanding temen-temenmu. Mami bangga sama kamu Nak!

Di usiamu yang 17 pasti sudah banyak pilihan hidup yang sudah kamu ambil. Mungkin tidak semuanya tepat, tapi pasti tidak semuanya salah juga. Dan Mami yakin kalau kamu bisa memperbaiki semua yang tidak tepat, mengubahnya menjadi benar. Cukup benar, tidak perlu tepat karena hidup tidak semutlak itu. Hidup kadang memaksa kita untuk melakukan hal-hal yang sebetulnya kita tidak suka tapi harus kita jalani. Itulah hidup Nak, akan banyak rintangan yang menghadang, banyak cobaan yang akan mendera. Semuanya harus dihadapi, dan kamu akan keluar sebagai pemenang kalau semua itu bisa dilalui dengan benar.

Selama 17 tahun ini mungkin kamu akan merasa sedikit terabaikan karena Mami sangat sibuk, meskipun Mami berharap mudah-mudahan tidak. Mami tidak ingin bersikap egois dengan mengedepankan idealisme Mami dan mengabaikan keberadaan kamu. Perlu kamu tahu, kehadiran kamu adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan kasih sama Mami jadi tidak ada maksud kesengajaan kalau kebersamaan kita tidak sebanyak orang-orang kebanyakan. Mami berusaha memanfaatkan waktu yang ada untuk selalu ada di samping kamu. Mami tahu kamu pasti mengerti dan ini juga yang akan kamu kenal dengan pilihan hidup.

Pilihan hidup Mami menjadi seorang dokter yang kemudian memaksa Mami untuk membagi waktu kamu dengan waktu pasien-pasien itu. Jangan khawatir Nak, yang terbagi hanya waktu, cinta dan kasih sayang Mami tidak akan pernah terbagi. Semua buat kamu, bahkan semua apa yang Mami dapat dengan menjalani idealisme ini juga buat kamu. Demi masa depan kamu. Jadi jangan pernah membenci Mami ya Nak! Kamu sudah dewasa saat baca surat ini, jadi Mami sangat yakin kalau kamu mengerti.

Hari ini Mami hanya ingin melepasmu menjadi jauh lebih dewasa. 17 tahun akan menjadi titik dimana kamu harus lebih bertanggung jawab pada hidupmu sendiri. Mami akan senantiasa mengajarimu menjadi dewasa sebisa Mami, mudah-mudahan Mami juga diberi umur panjang. Amien.

Ketika kamu membaca surat ini, Mami yakin kamu sudah siap dan mantap untuk menjalani hidup ini kelak. Dan Mami berharap kebersamaan kita yang 17 tahun ini (nanti) akan membentukmu menjadi anak yang hebat. Amin. I LOVE YOU…

Mami.

Gimana gue nggak nangis coba, nyokap gue sudah berpikiran jauh kedepan ketika gue masih bayi. Merunut mundur kejadian yang akan terjadi saat gue berumur 17 tahun lengkap dengan setiap detailnya. Kalau inget surat itu, gue merasa kalau gue semakin sayang sama nyokap. Wanita yang pasti dikirim Tuhan sebagai malaikat untuk membantu gue menjadi apa yang gue mau.

Jadi pas kemarin nemu surat itu lagi, perasaan gue masih tetep sama kayak dulu. Makin sayang dan sayang sama nyokap. Dan setelah selesai baca, gue langsung nelpon nyokap karena dia lagi nggak ada di rumah. Niatnya mau bilang kalau gue sayang banget sama dia. Tapi tahu nggak apa yang dibilang nyokap ketika gue nelpon itu? Nyokap ngomong gini : “Kenapa Pis? Ngobrolnya bisa nanti aja nggak di rumah? Mami mau ada operasi!”

Yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah Mami……………Nggak seru deh!!!!!

5 komentar:

Anonim mengatakan...

Huahahhahahhahhaha.....

Nyokap lo gokil bro.



-grey-
yg lagi males login, setelah logout

Apisindica mengatakan...

@grey: itulah nyokap gw. Nggak heran kan kalo gw kayak begini, menitis sempurna dari siapa? heheheh

Brokoli sehat mengatakan...

hahahaha ah mamah mamah mah emang begitu da. Mamahku pun begitu. Suka ngerusak momen! hahahahahah

Apisindica mengatakan...

@brokoli: hooh yah, ibu-ibu itu nggak tau kalo anaknya mau sok-sok mendramatisir perasaan. Yang ada bukan dapet momennya, malah bikin ngejedang (tapi kadang sok hanyang seuri oge sih!)

darling, sebentar lagi lo juga bakal jadi ibu. Selamat menungu hari-hari yang mendebarkan yah!

麻辣鴨血Maggie mengatakan...

徵信社,尋人,偵探,偵探社,徵才,私家偵探,徵信,徵信社,徵信公司,抓猴,出軌,背叛,婚姻,劈腿,感情,第三者,婚外情,一夜情,小老婆,外遇,商標,市場調查,公平交易法,抓姦,債務,債務協商,應收帳款,詐欺,監護權,法律諮詢,法律常識,離婚諮詢,錄音,找人,追蹤器,GPS,徵信,徵信公司,尋人,抓姦,外遇,徵信,徵信社,徵信公司,尋人,抓姦,外遇,徵信,徵信社,徵信公司,尋人,抓姦,外遇,徵信,徵信社,徵信公司,尋人,抓姦,外遇,徵信社