Selasa, 14 Februari 2012

Kado

Bungkusan dalam paper bag itu teronggok bisu di depan pintu kamar saya. Sepertinya dia mengigil kedinginan karena bisa jadi semalaman dia berada di luar kamar saya. Angin malam pasti sudah meninabobokannya karena tadi pagi saya masih bisa merasakan jejaknya. Dingin.

Saya memungutnya untuk memastikan bahwa bungkusan itu memang ditujuan untuk saya. Tidak ada identitas. Saya hanya mendapati satu kotak berbungkus kertas kado rapi berwarna merah jambu dengan gambar hati di sana-sini. Ada pita kecil berwarna merah di salah satu sudutnya. Cantik.

Saya kemudian teringat kalau hari ini hari valentine yang kata orang adalah hari kasih sayang. Dan saya lupa karena sebetulnya saya bukan tipe orang yang suka merayakan hari kasih sayang, terlepas apakah saya sedang memiliki pasangan atau sedang sendirian seperti sekarang. Buat saya valentine hanya simbol, hari yang dulu waktu jaman sekolah atau kuliah dijadikan hari untuk bertukar hadiah atau cokelat dengan sahabat teman atau siapalah. Just for fun.

Bukan berarti saya anti, tapi saya lebih ke tidak peduli. Jadi saya tidak melarang orang untuk merayakan valentine karena itu sepenuhnya urusan mereka. Dan kalau ada yang memberi saya hadiah atau bunga atau cokelat saya juga tidak akan menolak karena kembali lagi pada keyakinan saya kalau valentine itu hanya simbol. Toh kasih sayang bisa dirayakan kapan saja tidak perlu menunggu hari spesial seperti sekarang ini. Mungkin terdengar klise tapi memang itu yang berlaku.

Setelah meyakinkan diri kalau paper bag berisi kotak hadiah itu untuk saya, saya membukanya. Tetap tidak saya temukan identitas ketika kotak itu telanjang dari bungkusnya. Tidak ada kartu ucapan, tidak ada notes kecil yang memberikan sedikit titik terang dari si pengirimnya. Saya hanya mendapati sepasang sepatu dan sehelai baju di dalamnya. Dan kalau dilihat dari model baju serta sepatunya, saya semakin yakin kalau kado itu ditujukan kepada saya. Kedua barang tersebut sangat saya sekali.

Penasaran masih menyelimuti hati saya. Siapa yang sudah berbaik hati memberikan hadiah? Apakah penggemar rahasia yang tidak mau terkuak identitasnya? Atau hanya orang iseng yang memiliki keinginan ingin memberi tanpa alasan? Saya tidak tahu. Saya hanya bersyukur dan berterima kasih atas hadiah yang saya terima, kepada siapapun yang telah mengirimkannya.

Saya membolak-balikan paper bag-nya, siapa tahu ada selember kertas atau apapun yang bisa menjadi petunjuk dari siapa barang itu. Dan benar saja, ketika saya membolak-balikannya ada selembar kertas yang melayang dan jatuh ke lantai. Dengan terburu saya mengambil kertas itu dan kemudian membacanya. Lama saya terdiam setelah berulang kali membaca aksara yang berderet rapi di selembar kertas tersebut. Takjub.

Tidak ada nama pengirim. Tidak ada ungkapan cinta atau kekaguman. Saya hanya menemukan sederet angka setelah barisan-barisan kata dengan logo sebuah bank swasta di atasnya. Ternyata yang saya temukan itu adalah sebuah struk belanja, dan kemudian saya teringat kalau semalam saya yang sengaja membeli sepatu serta baju dan membungkusnya. Saya berniat menghadiahi diri saya sendiri di hari valentine. For no reason.

Happy valentine’s day Apisindica!

5 komentar:

Gloria Putri mengatakan...

wehhhh.....hahaha...ide yg baik....tar deh kpn2 aq jg mau ngado diiku sendiri

chici mengatakan...

Duuuh mas Apis sering gitu deh, kita yang baca dibuat penasaran banget di awal, eeeeh ujungnya gitu...
*tepuk jidat
Eh tapi lucu juga tuh idenya, ngasi kado buat diri sendiri, hihihi...

Farrel Fortunatus mengatakan...

nuju teu aya damel nya pis? he he he... bikin kad buat diri sendiri, trus terheran" sendiri juga he he he...

Anonim mengatakan...

Ehm.. alasan buat beli baju n spatu baru plus nyobain CC baru juga.. xixixixixi

Apisindica mengatakan...

@Glo and Cici: yaeyalah, kalau nggak ada yang ngadoin mending ngado buat diri sendiri. Memanjakan diri #alasan...

@farrel: sananes teu aya damel kang, tapi nuju hoyong weh masihan kabahagiaan kanggo diri nyalira :)

@noel: hahaha, iyah kasian kartu gw yang baru itu belom pernah dipake. kemaren sih dia biliang sirik sama kartu-kartu gw yang lain #dijambak