Senin, 01 November 2010

Jarak

Kepada jarak,

Aku tidak tahu kenapa engkau senantiasa mengikutiku. Mengintil tak mau lepas memegang ujung baju, seperti seorang bocah yang takut terpisah dari ibunya ketika diajak ke pasar malam. Menempel layaknya kembar siam pada dada dengan belahan hati tunggal sehingga ketika dicoba dipisahkan pasti harus mengorbankan salah satu. Terlalu kuat engkau menempel, membuatku sedikit terbelenggu. Membatasi ruang gerak yang seharusnya bisa membebaskan.

Sedemikian jatuh cintanyakah engkau kepadaku duhai jarak?

Lagi-lagi engkau memberiku batasan, memasung perasaan yang sebetulnya dimungkinkan untuk terbang. Engkau memenjarakanku pada ruangan sempit yang sebetulnya hanya membekukan langkah. Masih punya hati engkau rupanya, memilih hanya membelenggu kaki sementara engkau bebaskan tangan dan badanku untuk meraih apa yang masih bisa digapai. Tapi tetap saja itu memberatkanku. Bagaimanapun aku butuh langkah untuk maju.

Sesekali engkau memang melepaskan cengkramanmu, membuatku dapat melangkah bebas. Ternyata engkau masih bisa diakali, masih bisa dimanipulasi meskipun kesempatan tersebut datangnya langka. Seperti menetes dari ujung keran ke dalam periuk yang aku simpan untuk menadah, dan aku baru bisa lepas setelah periuknya penuh. Memakan waktu. Itupun dengan berbagai perjanjian yang mengharuskan aku kembali dalam pasunganmu.

Akhirnya aku hanya bisa belajar menikmati. Menyerap sari dari apa yang tengah terjadi. Kejadian berulang-ulang dengan jarak yang selalu jadi halangan. Menjadi semacam barier dalam menemukan kebahagiaan, menjadi faktor pembatas untuk menguatkan hati yang sedang dihinggapi suka. Berontak tidak akan membawaku kemana-mana, karena itu hanya akan membuatku cepat lelah dan menyerah. Padahal aku tidak ingin menyerah, aku masih yakin kalau semuanya bisa diperjuangkan. Mencari strategi agar waktu berjalan secepat kecepatan cahaya untuk kemudian mengalahkan jarak.

Aku tidak akan bersimpuh dan memelas belas kasihanmu, jarak! Jangan harap. Aku sudah terbiasa diikutimu bahkan dipenjarakan olehmu, jadi kalau terjadi sekali lagi itu hanya akan membuatku semakin kuat. Semakin yakin bahwa sebetulnya engkau bisa ditaklukan dan engkau hanya sekelompok soal yang harus diselesaikan dalam ujian. Ketika aku berhasil mengerjakannya dengan tepat maka aku akan keluar sebagai pemenang. Juara.

Jangan bosan ketika aku kadangkala bertanya apa maksud kehadiranmu. Apakah engkau memang diutus Tuhan untuk menjadikanku pejuang, atau justru engkau dikirim setan untuk membuatku tenggelam? Aku hanya ingin tahu. Hanya itu, meski apapun jawabannya itu tidak akan mempengaruhi keputusanku untuk senantiasa berusaha. Memperjuangkan apa yang aku yakini.

Bersahabatlah kali ini denganku, jarak! Aku ingin Long Distance Relationshipku kali ini bisa berhasil dan menjadikan aku dan dia sebagai pemenang.

7 komentar:

thestoryofrigil mengatakan...

semangattttt kang apis! :)

Alil mengatakan...

betapa ku merindukan gaya tulisanmu... hehhehe

btw dear, trust me, LDR never work...

Apisindica mengatakan...

@frigil: terima kasih mas! semangaaat!!! :P

@alil: hey, kemana aja kamuh??

aku konsisten untuk hidup dengan gaya menulis seperti ini. Udah cinta mati. :)

never work?? entahlah, aku hanya ingin menjalani. Doakan saja!

Natta mengatakan...

For those who never give up on their loves, gimme hi 5!!!
hehehehe

Apisindica mengatakan...

@natta: makasih natta..

Syaifullah Arifin mengatakan...

Hatipun terbuai begitu aku melihat judul posting mu sahabat ku...
ternyata kau org yg sangat kuat bhkkan lbh kuat dri ku yg kau kta kn pda comentar mu kemarin di blog q yg sderhana...
Aku yakin jarak akn luluh dan mau bersahabt dgn mukwan ku.. tetaplah berjuang sekuat mgkn agar kelak kau menjadi seseorang yg berhasil... aku akn mndukung mu d stiap langkah mu...
kemenangan ada di tangan mu... semngatlah....
iif... anak kampung...

Apisindica mengatakan...

@iif: thanks for the spirit....

just wondering, kenapa sih selalu menyebut diri dengan anak kampung? apakah itu sudah menjadi semacam trademark? :) just curious, you can ignore it. or just ignore! :P