Halaman

Kamis, 25 Juni 2009

I'm Back (Lagi!!!!)


Seperti postingan gw yang sebelumnya. Aku kembali (lagi) sekarang. Setelah sekian lama absen dari dunia perblog-an dan untuk sejenak rehat karena banyak hal yang ternyata butuh waktu ekstra buat memulihkannya. Gw siap untuk kembali sekarang.

Karena kemaren-kemaren itu gw juga sedemikian memblow up hubungan gw sama si mata segaris, jadi sekarang gw juga berkewajiban untuk mengupdate status gw sama si mata segaris itu. Karena satu dan lain hal, hubungan gw sama si mata segaris harus berakhir. Ya, mungkin bukan jodohnya. Mungkin kemarin kita hanya keasyikan bermimpi tanpa mau menjejak tanah. Tapi ketika kenyataannya tiba, gw berada di titik ini kemudian. Sendiri.

Jangan khawatir, gw sudah sedemikian baik kok perasaanya sekarang. Episode nangis-nangis gak jelas (bencong banget yah?!) udah lewat. Gw udah bisa menapaki jalan lagi meski sendiri. Gw udah bisa menatap lagi cerah dan berwarnanya dunia ini. Yah, meski tetep ada sebagian diri gw yang kosong, tapi gw merasa kalo itu wajar. Maenannya hati bo, jadi kalo hilang yah pasti bikin kita kelimpungan. Tapi itu kemaren-kemaren. Sekarang gw udah jauh lebih baik. Apisindica sudah menata kembali hidup dan hatinya. Sendirian.

Tak perlu gw jelasin kenapa hubungan gw sama si mata segaris itu harus berakhir. Udah gak penting juga. Hidup kan tidak surut ke belakang makanya gak usah dibahas-bahas lagi. Selain males, nanti juga biking w sakit ati (maaf curcol……). Tapi gak apa-apa, semua itu member i gw pelajaran baru kok. Nggak pernah ada yang sia-sia di dunia ini ketika telah dijalani. Semuanya menjadikan kita lebih dewasa. Lebih berperspektif dalam menjalani hidup. So, im fine for being alone!

Gw mau ngucapin banyak terima kasih buat temen-temen yang sudah menemani dan menghibur dikala masa-masa sulit kemaren. Nggak sulit kayaknya, cuman gwnya aja yang lebay. Drama queen. Mendramatisir segala sesuatu. Tapi beneran, berkat semangat dan doa dari kalian semua gw bisa bangkit lagi. Terima kasih sudah berada disana, menemani. Mendengarkan semua keluh kesah, omelan dan hal-hal gak penting lainnya. Bersyukur banget memiliki kalian. Terima kasih Tuhan sudah mengirimku sahabat seperti mereka.

Buat kalian yang merasa sahabat gw. Pastinya gak suka donk liat gw kesepian dan sendirian. Makanya kalo punya temen lain yang prospektif buat gw jadiin pacar, jual gw yah jangan lupa! Promosiin paling nggak. Huahahahahahaha. Astagpiruloh!!!!!!

Beneran inih, Jual gw yah!!!!!

Minggu, 07 Juni 2009

i'm back


Setelah 2 minggu menghilang dari peredaran....

setelah sekian lama tidak menghentak dunia pergaulan...

dan setelah dihantui bunyi suara sirine...pelajaran baris berbaris...senam poco-poco...ngantuk saat materi...

setelah dengan sangat tidak rela menanggalkan rambut di kepala menjadi botak ...

dan setelah pertemuan dengan temen-teman baru yang pada akhirnya seru...

Aku kembali lagi...

Siap bercerita ribuan makna yang udara kabarkan perantaraan angin

Siap menguntai kelopak cerita berwarna yang menetes sehabis gerimis

Dan bertanya, apa kabarmu SAHABAT????

Jumat, 22 Mei 2009

Ambigu


Panggil saja aku ambigu karena tidak ada kata yang menggambarkan siapa diriku selain ambigu. Aku lahir dari dunia yang nyata, dibesarkan dengan cara yang nyata tapi aku tumbuh dalam keambiguan. Karenanya aku merasa aku ambigu.

Awalnya aku merasa diriku tidak ambigu. Aku sama dengan anak-anak lain yang sering bermain di pekarangan depan atau taman belakang rumahku. Aku tidak berbeda dengan mereka, meski kadang mereka kemudian merasa kalau aku berbeda dan meninggalkanku sendirian. Apa aku sedih? Awalnya, tapi setelah itu tidak. Kukunci pintu pagarku, kemudian kukeluarkan ratusan mainan yang dibawa pulang oleh orang tuaku ketika mereka bertugas ke luar negeri sebagai oleh-oleh. Kugelar semuanya berantakan. Dan ketika mereka, teman-teman itu melongok dari terali pagar ke arah mainan, maka dengan sombong aku akan membereskan semuanya ke dalam kotak dan masuk ke rumah dengan perasaan menang. Lihat, dari kecil aku sudah bisa menyiasati bagaimana menghadapi mereka yang memandangku ambigu. Entah siapa yang mengajarkan.

Kesendirian dan kesepian kadang menjadi pupuk bagi kemabiguanku. Kesendirian membuatku merasa nyaman dengan dunia penuh ilusi, penuh pengharapan, penuh warna yang tidak hanya ada biru dan kuning. Sementara kesepian membuatku menkritisi arti ambigu yang setelah kutemukan artinya, aku semakin menikmatinya. Kesendirian dan kesepian ternyata tidak membunuhku, hal-hal itu justru membuatku menjadi seseorang dengan hati yang tertempa.

Sampai saat ini aku tidak mengerti kenapa aku nyaman dengan perasaan ambigu ini. Aku merasa ambigu bukanlah hal nista karena aku tetap bisa tumbuh jadi sosok yang menurutku tidak memalukan. Aku bisa membawa diriku ke jalan yang semua orang tidak bisa. Mungkin memang itu semua hanya keberuntungan, semua kesenangan yang aku alami hanya berupa keberuntungan. Apakah kemudian ambigu bagiku juga merupakan sebuah keberuntungan? Aku tidak tahu.

Dulu aku merasa bahwa yang ambigu hanya aku dan duniaku. Makanya kadang aku merasa terasing dengan lingkungan sekitarku, merasa marginal meski aku tetap bahagia. Selayaknya anak autis yang tetap bersemangat dalam dunia kaca kehidupannya. Tapi ketika aku membuka mataku lebar-lebar ternyata banyak juga yang ambigu sepertiku, bahkan jauh sebelum aku merasa bahwa aku ambigu. Mereka sudah berada di dunia mereka yang sekarang ternyata sedikit banyak bersinggungan dengan duniaku.

Keambiguanku semakin bertambah ketika aku bertemu kemudian jatuh cinta dengan seseorang yang ambigu juga. Jatuh cinta tetap indah, meski kata orang cinta kami aneh, cinta kami tidak lazim, cinta kami salah. Siapa yang berani menggugat cinta? Apa karena mereka merasa mereka tidak ambigu kemudian mereka merasa yang paling benar dan menyalahkan cinta kami. Sekali lagi cinta tidak bisa digugat. Biarkan kami merasakan cinta meski menurut kalian itu salah. Bagi kami, cinta kami tidak salah, cinta kami seperti juga cinta kalian. Tulus dan tidak membebani.

Aku tidak merugikan kalian semua meskipun aku dicap ambigu. Aku tidak lantas mejelma menjadi orang yang jahat dan berhati busuk meskipun memiliki cinta yang selalu kalian cerca. Aku manusia biasa, meski ambigu. Aku masih berhak memutuskan jalan kehidupanku sendiri walau kalian tetap melihatnya salah. Aku akan tetap menjadi aku yang ambigu.

Kalau kalian mau bersikap adil padaku, cukup buka mata kalian lebar-lebar. Yang menurut kalian ambigu hanya satu dari sekian aspek yang bisa kalian nilai atas kehidupanku. Tidak adil rasanya kemudian jika kalian menggeneralisasi semua tentang aku hanya dari sisi itu, yang kebetulan ambigu. Anomali dalam perspektif kalian. Tapi yakinlah meskipun aku mabigu dan anomali, aku tetap memiliki hati yang sama seperti kalian. Hati untuk berbagi. Hati untuk saling berjabatan tangan dan bergandengan dalam persahabatan dan damai.

Hari ini, aku yang ambigu, yang memiliki perspektif lain tentang makna sebuah cinta hanya ingin berteriak lantang. Aku bangga menjadi aku yang ambigu, karena meskipun kalian seringnya merendahkan keambiguanku, aku tetap bisa mengalahkan kalian yang menurut kalian sendiri normal dan tidak ambigu dalam beberapa hal. Tidak semua memang, tapi aku tetap saja bangga. Aku bangga menjadi aku yang ambigu. Sekarang, besok dan nanti.

Sekali lagi, panggil saja aku ambigu….

Rabu, 20 Mei 2009

Perantara Mimpi


On the phone with my mom:

Mom: Apis, itu temen kamu yang cina itu kemana sih? Kok jarang keliatan

Apis: Temen cina yang mana sih Mom? (padahal hati gue deg-degan)

Mom: Itu lho, yang sering maen ke rumah. Yang waktu itu ngasih mommy bingkisan buah
Apis: Oh, si mata segaris yah? Emangnya kenapa Mom?

Mom: Perasaan kok jadi jarang liat. Kalau kamu di Bandung juga dia jadi jarang maen ke rumah. Sakit dia?

Apis: Emang kenapa sih Mom? Kok tiba-tiba nanyain dia? (hati gue makin nggak karuan)

Mom: Udah dua hari berturut-turut mommy mimpiin dia. Aneh aja, makanya nanya sama kamu

Apis: Hah mommy mimpiin dia? Kok bisa? Mimpiin gimana sih mom? (gue bener-bener kepo!)

Mom: Jadi mommy tuh mau praktek, tapi yang nyetirin dan nganter-nganter dia. Yang nggak bisa mommy lupa itu senyumnya. Tulus banget, kayak yang sayang gitu sama mommy…

Apis: Ih, mommy genit. Mommy jatuh cinta kali sama dia. Adoooooh……

Mommy: Orang gila! Bukan, kok yah aneh aja mommy bisa mimpiin dia. Sampe dua hari berturut-turut. Makanya mommy nanya sama kamu, dia kemana? Takutnya ada apa-apa

Apis: Dia udah pindah Mom, pindah ke Singapur, nerusin bisnis papihnya. Udah mau dua minggu.

Mommy: Kok pindahan nggak pamitan sama mommy? Gimana sih tuh anak..

Apis: Dia asalnya mau pamitan, tapi waktu itu kan mommy lagi ada seminar di Bali, jadi nggak sempet ngomong langsung. Mungkin dia dateng di mimpinya mommy karena dia mau pamit kali, sekalian mau bilang kalau dia sehat-sehat aja.

Mommy: Iyah kali yah, tapi kok sampai dua hari berturut-turut yah?

Apis: Mungkin dia mau bilang juga kalau dia sayang sama mommy..

Mommy: Hahahahahaha. Sayang sama mommy? Masa sih. Sama kamu sayang nggak dia? (GUBRAK!!!)

Apis: Apaan sih Mom, suka asal deh ngomongnya!

Mommy: Ya udah, nanti kalau kamu telpon-telponan sama dia, bilang mommy kangen. Suruh ketemu mommy kalalu kapan-kapan dia balik ke Indo

Apis : Iyah Mom, ntar Aku bilangin.


Cinta, orang bilang mimpi itu hanya bunga tidur, hanya hiburan saat mata tak terjaga. Tapi aku yakin bahwa kadang mimpi juga merupakan sebuah pertanda, sebuah isyarat hening. Mungkin tidak bisa dipercaya sepenuhnya, tapi aku yakin bahwa ada maksud di semua pertanda yang hadir perantaraan mimpi.

Lihat, kamu sudah sedemikian rupa mengambil hati mommy. Nggak hanya waktu kalian bisa bertatap muka langsung, tapi disaat jauhpun kamu masih saja berusaha mengambil hati mommy dengan menunggang mimpi. Bahagia rasanya menyaksikan bahwa kamu tak juga lelah mencoba untuk berusaha agar kamu bisa diterima di hati mommy. Apapun usahanya itu, aku sangat menghargainya.

Mungkin mommy ku bukan mami kamu yang dengan sangat terbuka menerima aku di tengah keluarganya, di hatinya. Menyayangi aku seperti anaknya sendiri. Mungkin mommyku bukan mami kamu yang sudah dengan sangat terbuka menerima hubungan kita, bahkan ikut merasa berkewajiban menjaga hubungan ini. Tapi yakinlah, mommy ku pasti akan bisa menerima semuanya, meskipun entah kapan. Itu nggak penting, yang paling penting kamu ada di hatinya mommy. Setidaknya datang melalui mimpi adalah cara yang paling tepat untuk tetap mengingatkannya tentang kamu.

Sayang, terima kasih untuk selalu berusaha membuat semuanya semakin mudah. Membuatnya semakin jelas untuk dijalani. Yang perlu kita lakukan sekarang hanya berusaha, berusaha mempertahankan apa yang memang patut untuk kita pertahankan, karena percayalah bahwa ini semuanya indah. Cinta kamu indah, cinta aku indah, cinta kita indah. Semoga indah dan kekal untuk selamanya.

Tapi kamu curang….Kenapa kamu hanya datang di mimpinya mommy? Tak inginkah kamu menyambangiku dalam mimpi? Aku rindu tau, dan aku berharap dengan memimpikanmu bisa mengikis sedikit rindu yang ada disana. Di hati aku.

Datanglah dalam mimpiku malam ini, besok malam dan selamanya. Sampai kita akhirnya bisa bersama kembali suatu hari nanti. Aku mencintaimu….