Halaman

Sabtu, 07 Juni 2008

METROSEXUAL VS CUEX MAN

Pernah ngerasa hidup lo atau kebiasaan lo beda jauh banget nggak sama orang? Pastinya sering kan? But who’s care actually. That’s a common difference. Apalagi kalau orang itu nggak langsung berhubungan sama kita. Tambah nggak peduli. I am what I am, you are what you eat. Hehehehe.

Perbedaan itu baru berasa setelah kita tinggal bareng. Nggak musti dalam konteks pernikahan atau semen leven sekalipun. Tapi mungkin takdir yang tak dinyana, tak diduga. Kayak gue yang tiba-tiba harus punya roommate. Roommate? Membayangkannya aja gue ogah, kecuali ntar sama my future wife. Gue di tempat kerja yang baru dapet fasilitas mess, dan mau nggak mau gue musti sharing room. Aduuuuuh bukan gue banget kan?

When I realize, ternyata perbedaan gue sama roommate gue itu jah banget. Ibarat langit dan bumi. I’m slaped on my cheek deh istilahnya. Jauh banget. Gw “dipaksa” or “terpaksa” sekamar dengan orang yang kamarnya aja kayak kapal pecah. Barang banyak dimana-mana dengan letak nggak karu-karuan. Sumpah inimah, gue merinding waktu masuk ke kamar itu.

Gue mencoba merangkum (sedikit) perbedaan gue sama Mr X (roommate gue itu). Nggak semuanya sih, soalnya bisa satu rim kertas kalau gue pake buat nyeritain semuanya (lebay). Hehehehe. Our differences are :

GW :
[1] Barang gue disusun teratur, sekalipun pakaian kotor
[2] Baju kerja gue dimatching-matchingin. Kemeja, celana bahan dan sepatu musti senada
[3] Perlengkapan mandi gue lengkap, bermerk, plus berbotol-botol produk perawatan tubuh lainnya
[4] Kalau mau pergi kerja, parfum pasti gue pake seudug-udug. Kalo bisa sih kecium sampai Bandung
[5] Karena berbagi kamar, gue tahu daerah teritori gue. Haram hukumnya naro barang di daerah teritorial orang lain. Apalagi naronya sembarangan.
[6] Waktu bersolek gue lumayan lama. Rambut gue ok nggak yah? Muka gue mengkilap nggak yah? Pokoknya penampilan is number one.

Mr X
[1] Amit-amit deh, barang-barangnya acak-acakan banget. Baju bersih numpuk disini, baju kotor numpuk disana, handuk basah nemplok di kasur, intinya berantakan.
[2] Dia nggak pernah peduli, baju warna apa, celana coraknya gimana, sepatunya itu-itu aja, yang penting berangkat kerja.
[3] Perlengkapan mandinya Cuma sikat gigi dan sabun doang. Just it.
[4] Kalau mau pergi kerja, langsung kerja aja. Nggak pake parfum or even for deodorant.
[5] Dia tuh nggak ngerti daerah teritori gue. Nggak peduli tepatnya. Masa semua barang dia yang seudug-udug ditaroh di bawah ranjang gue. Sementara di bawah ranjang dia, blass bersih banget. Worst thing is, baju-baju dia yang nyampur bersih dan kotor ditaro deket ranjang gue. Bete.
[6] He’s a simple man. Or exactly he’s a cuex man.

Kadang perbedaan memperkaya khasanah kejiwaan gue. So all I can do just accepted it. Sambil nyari kosan maksudnya. I cant find my private life in employees mess. That totally not into me. I mean it!

PINDAH KERJA

PINDAH KERJA

Akhirnya gue pindah kerja lagi. Temen-temen gue pasti bosen denger gue pindah kerja lagi. Ya gimana, bukankah tujuan hidup kita adalah mencari sesuatu yang lebih baik. Meski nggak perlu pindah-pindah kerja terus sih sebenernya. Males pindahannya. Aplagi tipikal cowok ribet kayak gue, semuanya berasa penting so semua barang musti dibawa pindahan. Berat maneh……

Sallary yang lebih gede sebagai jaminan hidup yang lebih layak kadang menjadi alasan gue buat pindah-pindah kerja. Pokoknya cv gue ancur deh di bagian “work experience”. Nggak ada yang bertahan lama. Kutukan kali yah…atau mental gue aja yang kutu loncat. Denial gue seh selalu belum menemukan pekerjaan yang cocok. Cocok dengan apa? Entahlah.

Kali ini perusahaan gue namanya XXX (censored), anak perusahaannya YYY (censored). Pasti nggak pada kenal yah? Gue juga seh awalnya. YYY itu perusahaan yang bergerak di bidang chemical & coating industry. Cat kayu kebanyakan. Perusahannya meski nggak begitu familiar, tapi lumayan gede lho. Karyawannya aja mencapai 2500 orang. Kalau XXX bergerak di bidang organic food processing. Perusahaan baru.

Berawal dari lamaran gue di bulan januari, waktu gue masih kerja di Bogor. Lama nggak ada follow up, makanya gue pikir pasti di”ignore” seperti biasa. Ya life kan fun games, iseng-iseng aja, siapa tahu menang. Hehehe. Ternyata iya, akhir april gue dapet panggilan interview ke Jakarta. Waktu yang ngehubungin bilang dari propan raya, gue sempet bingung. Lupa. Yang mana yach?

Interviewnya di kompleks roxy mas. Bukannya itu sentra handphone? Jangan-jangan gue jobdesnya nungguin gerai Hp. Gebleg. Hari sabtu donk interviewnya, unordinary day for job interview right? Mana jam 4 sore. Tapi ya kembali ke fun games tadi. Siapa tahu lagi beruntung dan menang.

Yang interview pertama bapak-bapak (aki-aki sebenernya), yang belakang gue tahu kalo dia presiden direktur YYY. Interview dasar gitu, nggak pake lama. Paling banter 10 menit doank. Lebih ke profil diri. Gue disuruh nunggu interviewer kedua, yang ternyata istrinya. Hah….Family business? Gue kan ada sedikit trauma sama family business. Nggak pengen masuk jerat yang sama dua kali. No more. Ternyata nggak, lakinya presiden direktur perusahaan cat, istrinya direktur perusahaan food. Thans God.

Interview sama ibunya berasa siding. Materi abis. Dia ngejar-ngejar gue soal teknologi fermentasi. Bacot sih keahlian gue, jadi selama interview gue ngebacot sana-sini. Just for showing my anthusiasm and my intelegence. And it works. Ibunya nampak tertaik gitu sama gue (sapa sih yang gak tertarik ma gue? …teuteup). Diakhir interview mereka menjadwalkan gue buat ke Tangerang for next step. Dan mereka berdua ngasih kartu nama lho…such a good sign.

Gue dijadwalin ke tangerang dua minggu lagi, tapi donk….hari selasa gue udah disuruh kesana. Itupun gue dapet infonya waktu gue masih di travel, pulang dari interview pertama itu. Ibu bos yang langsung sms gue. What?!

Waktu gue ke tangerang hari selasa itu, gue ketemu ibunya dan diajak jalan-jalan ngeliat labnya. Setelah itu yang bikin gue kaget, dia nyuruh gue baca surat kontrak. Udah jadi aja gitu yah surat kontak gue. Nego gaji aja belom. Akhirnya gue menyebutkan sejumlah angka dan dia langsung approved. Alhamdulillah. Yang bikin gue tambah shock, gue langsung diminta kerja hari senen besok. W-H-A-T? that soon? Dia bilang psikotesnya nyusul aja….aneh.

Tangerang, 12 Mei 2008 akhirnya menjadi pelabuhan pencarian jati diri gue selanjutnya. Akankah bertahan? Mudah-mudahan. Semoga ini pekerjaan yang gue cari selama ini. Amien.

Kamis, 05 Juni 2008

IF

if this isnt what you see, its doesnt mean you're blind
if this doesnt make you feel, it doesnt mean you're dead
if you dont want to bee seen, you dont have to hide
if you dont want to believe, you dont have to try to feel alive
if this doesnt make you free, it doesnt mean you're tied
if this doesnt take you down, it doesnt mean you're high
if this doesnt make you smile, you dont have to cry
if this isnt making sense, it doesnt mean they are lies
Dont be affraid
Dont be lonely
Contain yourself
Regain yourself control

I TAKE THIS PATH

I take this path
when i think it is right
i leave behind my feelings
because i want to think with my mind
i dont follow my feelings
because my feelings dont always take me on the right path
but there is also a time
when im angry
when i cant control myself
when i blinded by something
when my mind doesnt work well
i will search for the answer
in the deepest part of my heart
and look into my hearth
to see what i feel
and i'd say
this is the time when i cant leave my feelings behind