Lokasi : Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makasar
Waktu : Senin, 28 November 2011
Kejadian: sesuatu yang membuat saya seperti ABG. Senyum-senyum sendiri setelah pertemuan singkat yang hambar dan diakhiri dengan saling bertukar nomer telpon dan pin BBM
Efek: Sepanjang perjalanan Makasar – Sidrap – Toraja, wajah dia menari-nari di ingatan saya.
Efek lanjutan : Perang batin antara menghubunginya duluan atau menunggu signal kalau dia benar-benar tertarik. Tapi yang pasti saya sering mengecek display picture BBM-nya sambil senyum-senyum tidak jelas.
Efek lebih lanjut : Saya jadi bodoh!
Analisis : Ya, saya murahan. Dengan gampang saya memberikan nomer-nomer pribadi saya kepada orang asing hanya karena pujian yang membuat saya melambung. Pujian tidak penting sebetulnya, hanya saja berefek seperti gendam yang membuat saya hilang akal sesaat.
Analisis lanjutan : Mungkin saya terlalu putus asa dalam mencari cinta sehingga saya menangkap semua peluang yang mungkin sebetulnya tidak bisa dilanjutkan.
Analisis lebih lanjut : Saya menyedihkan.
Tapi setidaknya saya tahu kalau saya belum mati rasa. Saya masih bisa merasakan euphoria kesenangan yang ditimbulkan oleh sesuatu yang tidak penting sekalipun. Dan saya menikmati sensasinya. Seperti dulu, saat saya untuk pertama kalinya berusaha mengenali apa itu cinta.
Note : Tidak ada cerita tambahan, jadi saya tidak menerima BBM, email, DM, “kepo” atau apapun yang ingin penjelasan mengenai narasi di atas. Cukup saya, dia dan Tuhan yang tahu.
Note Lanjutan: Iya, saya sok penting banget!!
6 komentar:
jgn terlalu dipikirin penting/ga penting, yang penting happy lah he he he...
nggak bikin kepo kok kak, cuma bikin ngakak ='))
*ketawa dulu ahh, nyaingin yang senyum senyum
ahahaha...saya mengerti betul itu rasa :))
i know how it feels.
i'm flattered when a security comment about appearance
then imagination starts spreading everywhere
yet it only stops there
Fcuk
Hahaha. Jadi ikutan gregetan baca posting ini.
Posting Komentar